Pemprov Kalsel Siapkan Rp 5 M untuk Drainase dan Akses Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
Budi Arif Rahman Hakim April 17, 2026 11:43 PM


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Bangunan utama Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, kini telah rampung.

Namun hingga saat ini, masjid tersebut belum sepenuhnya difungsikan untuk masyarakat umum.
Meski secara fisik berdiri megah dan telah selesai dibangun, sejumlah pekerjaan penunjang masih menjadi alasan belum dibukanya masjid secara penuh.

Dinas PUPR Provinsi Kalsel saat ini sedang berpacu menyelesaikan wajah luar masjid, mulai dari akses masuk hingga sistem drainase, agar kenyamanan jemaah benar-benar optimal.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha memastikan, bangunan utama masjid telah selesai dan secara operasional sudah diserahterimakan kepada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

“Bangunan utama sudah selesai dan sudah kita serahterimakan secara operasional kepada Biro Kesra. Tahun ini kita fokus pada drainase dan akses penghubung ke gedung,” ujarnya.

Baca juga: Diadang Aparat Saat Menuju Gedung Dewan, Mahasiswa di Banjarmasin Janji Gelar Aksi Jilid Dua

Baca juga: Kemarau Ancam Produksi Pertanian Banjarbaru, Pompa Air Disiagakan untuk Bantu Petani

Pada 2026, Pemprov Kalsel menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5 miliar yang difokuskan untuk pembangunan sistem drainase dan jalur penghubung menuju masjid.

Anggaran tersebut bahkan telah berkontrak, sehingga pengerjaan fisik tinggal menunggu pelaksanaan di lapangan.

Selain itu, penataan kawasan masjid juga masih dilakukan bertahap. Beberapa fasilitas penunjang seperti landscape, area parkir, taman, kolam, hingga menara akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran di tahun-tahun berikutnya.

Di sisi lain, urusan perlengkapan dalam masjid seperti karpet dan sistem suara berada di bawah kewenangan Biro Kesra. Meski perangkat sound system yang ada dinilai sudah cukup memadai, penyempurnaan tetap diperlukan untuk menunjang kegiatan ibadah berskala besar.

Namun, hingga kini belum ada kepastian instansi teknis yang akan menangani pengadaan tambahan fasilitas tersebut, apakah melalui Dinas PUPR atau tetap oleh Biro Kesra.

Ryan menegaskan, prioritas saat ini masih pada penyelesaian infrastruktur dasar kawasan. 

“Kami memprioritaskan penyelesaian infrastruktur fisik di kawasan masjid sebelum melengkapi sarana pendukung lainnya,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.