BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah harga plastik mengalami kenaikan signifikan, kini pengusaha laundry diberatkan dengan kenaikan harga pewangi pakaian. Bahkan kenaikannya cukup besar. Untuk jeriken besar, harganya bahkan naik hingga Rp 100 ribuan.
Kenaikan harga ini membuat pengusaha laundry harus putar otak. Strategi yang dilakukan antara lain menaikan harga jasanya.
Dikatakan Nurahman, Supervisor Easy Laundry, Jalan Trikora Banjarbaru, memang ada kenaikan 40 persen untuk bahan baku yaitu parfum dan plastik kemasan, bahkan informasinya isolatip juga naik "Semua pelaku usaha laundry resah atas kenaikan harga bahan baku ini," ucapnya.
Easy Laundry menerapkan dua sistem layanan cuci, yaitu self service dan full service atau dilayani petugas.
Sistem self service, pelanggan menimbang cucian dan bayar sesuai harga per kilogram. Kemudian dikasih sabun dan parfum untuk mencuci sendiri di salah satu mesin otomatis yang tersedia.
Cuci self service tarif promonya Rp 25 ribu per satu mesin, sedangkan tarif normal Rp30 ribu. Sedangkan full service tarifnya Rp 7.000-Rp 8.000 per kilogram.
"Menyiasati kenaikan harga ini ada dua pilihan bagi kami, apakah tidak menyediakan parfum atau tetap menyediakan dengan konsekuensi penyesuaian harga. Kalau tidak disediakan juga akan menjadi tanda tanya bagi pelanggan, karena laundry itu identik dengan hasil cucinya wangi," kata Nurahman.
Kemudian, harga plastik kemasan atau packaging yang untuk self service biasa dipatok Rp 1.000, kini harganya menjadi Rp 2.000 per pieces
"Harapan kami, harga plastik bisa normal lagi seperti sebelumnya, sehingga kita tak perlu menaikan harga atau tarif jasa layanan," kata Nurahman.
Seorang pelanggan laundry, Vivi, warga Banjarbaru, mengakui, ia memilih laundry karena memang tidak ada waktu mencuci sendiri di rumah.
"Saya pekerja, jadi urusan cuci harus ke laundry dan saya memilih yang self service karena privasi, soalnya kita cuci pakaian dalam juga," katanya.
Mengenai kenaikan harga, contohnya plastik packaging, menurut Vivi ia tidak masalah. Soalnya ia sendiri selalu bawa kantung plastik sendiri. "Tapi saya tetap saja ke laundry, walaupun harga naik," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)