Satu Kesalahan Fatal Bus Sekolah yang Nyungsep ke Semak di Tanahbumbu Kalsel, Bahayakan Siswa
Edi Nugroho April 17, 2026 11:43 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Satu pelanggaran bus sekolah nyungsep ke semak di Kersik Putih Tanahbumbu Kalsel, bahayakan siswa.

Dinas Perhubungan Tanahbumbu, untuk unit bus sekolah yang bersangkutan, belum pernah melakukan pengujian uji berkala atau KIR.

Suasana mencekam menyelimuti jalur Ahmad Yani, Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (16/4/2026). Sebuah bus sekolah yang mengangkut puluhan pelajar SD dan SMP meluncur tak terkendali hingga terpaksa banting setir masuk ke semak-semak.

Insiden tersebut terjadi di jalur turunan saat bus melaju dari arah Pagatan menuju Batulicin untuk mengantar pulang para siswa. Rem bus diduga kuat blong, sehingga sopir mengambil keputusan cepat melarikan armada ke area terbuka di pinggir jalan demi menghindari tabrakan yang lebih fatal.

Baca juga: Kemarau Ancam Produksi Pertanian Banjarbaru, Pompa Air Disiagakan untuk Bantu Petani

Baca juga: Jelang Ladeni Barito Putera, Persiba Balikpapan Kisruh Soal Penjualan Jersey, CEO Bikin Pernyataan

Begitu bus berhenti di tengah semak, puluhan siswa yang panik dan ketakutan langsung berebut keluar. Mereka berusaha menjauh dari badan bus dalam kondisi syok berat akibat guncangan hebat yang terjadi begitu cepat.

Beruntung, aksi heroik sopir yang memilih jalur semak-semak ini membuahkan hasil manis karena tidak ada korban jiwa. 

Koordinator Pendidikan YPPI Ar-Rasyid, Hairuddin, mengonfirmasi bus tersebut berisi gabungan siswa SMP dan SD. Ia mengakui armada tersebut memang sudah menunjukkan tanda-tanda bermasalah dan beberapa kali mogok sebelum akhirnya mengalami gagal rem.

“Saya nanti secara pribadi juga akan meminta agar bus ini tidak beroperasi lagi. Bus ini memang sebelumnya sempat beberapa kali mogok, namun diperbaiki lagi dan beroperasi kembali,” ujar Hairuddin kepada Banjarmasinpost.

Sehari pasca kejadian, Jumat (17/4/2026), fakta baru yang cukup mengejutkan diungkapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Tanah Bumbu. Setelah dilakukan pengecekan, armada sekolah tersebut ternyata diketahui belum pernah menjalani uji berkala atau Uji KIR.

Kepala Dinas Perhubungan Tanahbumbu, Dwi Dibyo Raharjo, menjelaskan bahwa setiap kendaraan angkutan umum, termasuk bus sekolah, wajib melakukan Uji KIR setiap enam bulan sekali. Hal ini penting untuk memantau kelayakan sistem pengereman, terutama rem angin atau hidrolik.

“Secara prinsip wajib uji berkala setiap 6 bulan. Namun untuk unit bus sekolah yang bersangkutan, belum pernah melakukan pengujian KIR,” tegas Dwi Dibyo saat memberikan keteranga kepada Banjarmasinpost.co.id


Dishub mengindikasikan kegagalan rem tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor teknis, mulai dari overheat akibat penggunaan di turunan, kebocoran sistem angin, hingga kampas rem yang sudah aus atau tidak layak pakai.

Menanggapi insiden serius ini, Dishub Tanah Bumbu berencana mengambil langkah tegas dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara door to door ke sekolah-sekolah yang mengelola bus jemputan sendiri. Pihaknya tidak ingin ada bus tidak laik jalan yang masih dipaksakan beroperasi.

“Kami akan melaksanakan kegiatan door to door ke berbagai pihak sekolah yang memiliki bus. Akan diperiksa surat izin trayek, surat KIR, hingga kelengkapan surat izin mengemudi (SIM) para sopir,” tambah Dwi Dibyo.

Ke depan, Dishub juga akan mengevaluasi operator dan meningkatkan frekuensi razia gabungan bersama pihak kepolisian. Hal ini dilakukan guna memastikan keselamatan transportasi anak sekolah di Tanah Bumbu tetap terjaga dan insiden serupa tidak terulang kembali.

Panik Luar Biasa

Sebuah bus sekolah yang mengangkut puluhan pelajar SD dan SMP terpaksa meluncur masuk ke semak-semak setelah sang sopir melakukan aksi banting setir demi menghindari kecelakaan yang lebih fatal.

Insiden ini terjadi tepat di jalur turunan Desa Kersik Putih jalan Ahmad Yani, saat bus sedang melaju dari arah Pagatan menuju Batulicin untuk mengantar pulang para siswa. Dugaan kuat menyebutkan bahwa armada jemputan tersebut mengalami rem blong, sehingga sopir mengambil keputusan cepat melarikan bus ke area terbuka di pinggir jalan.

Begitu bus berhenti di tengah semak, puluhan siswa yang panik dan ketakutan langsung berebut keluar dari dalam angkutan. Mereka berusaha menjauh dari badan bus untuk mencari tempat yang lebih aman dalam kondisi syok berat akibat guncangan dan kepanikan yang terjadi begitu cepat.

Beruntung, aksi heroik sopir yang memilih jalur semak-semak ini tidak memakan korban jiwa. Ketua RT setempat, Norhalimah, yang berada di lokasi kejadian menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena seluruh penumpang dan awak bus berhasil selamat dari maut.

“Alhamdulillah semua selamat, anak-anak selamat, sopir selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkap Norhalimah dengan nada lega saat ditemui di lokasi kejadian.

Koordinator Pendidikan YPPI Ar-Rasyid, Hairuddin, mengonfirmasi bahwa bus tersebut memang berisi gabungan siswa SMP dan SD.

Ia menyebutkan sebuah kebetulan yang disyukuri karena jumlah siswa di dalam bus tidak sebanyak hari biasanya akibat sebagian pelajar sedang diliburkan karena adanya kegiatan lomba di sekolah.

Meski tidak ada luka fisik yang serius, peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi pihak yayasan terkait kelayakan armada sekolah. Hairuddin mengakui bahwa bus tersebut sebelumnya memang sudah menunjukkan tanda-tanda bermasalah dan beberapa kali mengalami mogok sebelum akhirnya mengalami kegagalan rem.

“Saya nanti secara pribadi juga akan meminta untuk bus ini agar tidak beroperasi lagi. Bus ini memang sebelumnya sempat beberapa kali mogok, namun kemudian diperbaiki lagi dan beroperasi kembali,” ujar Hairuddin kepada Banjarmasinpost.

Pihak yayasan kini memberikan perhatian khusus terhadap insiden ini dan berencana untuk memensiunkan bus tersebut secara permanen. Langkah tegas ini diambil untuk menjamin keamanan para siswa agar trauma serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Sementara itu pihak satlantas.polres tanah bumbu juga berada di lokasi melakukan tindakan.

Kenapa Harus Uji KIR:

Uji KIR (uji berkala) wajib dilakukan pada kendaraan angkutan, baik angkutan penumpang umum maupun barang, terutama untuk memastikan keselamatan di jalan raya. 

Uji KIR adalah serangkaian pemeriksaan teknis untuk memastikan komponen kendaraan berfungsi dengan baik dan layak jalan. 

Berikut adalah alasan utama kenapa kendaraan angkutan harus uji KIR:

Menjamin Keselamatan dan Kelayakan Jalan: Uji KIR bertujuan mendeteksi kerusakan pada komponen vital, seperti rem, lampu, dan sistem kemudi, guna mencegah kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kegagalan teknis kendaraan.
    
Kewajiban Hukum: Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009, kendaraan umum, mobil penumpang umum, taksi, mobil barang, dan kendaraan khusus wajib melakukan uji KIR secara berkala setiap 6 bulan sekali.
    
Menjaga Performa Kendaraan: Pemeriksaan rutin membantu pemilik mengetahui kondisi kendaraan, mencegah kerusakan lebih parah, serta menjaga performa mesin agar tetap efisien dan hemat bahan bakar.
    
Ramah Lingkungan: Uji KIR mencakup pemeriksaan emisi gas buang untuk memastikan kendaraan tidak mencemari lingkungan akibat pembakaran yang tidak sempurna.
   
Prosedur Mudah dan Gratis: Sejak Januari 2024, uji KIR telah dibebaskan dari biaya retribusi, menjadikan proses ini langkah penting yang efisien bagi pemilik kendaraan untuk mematuhi peraturan dan memastikan keamanan. 

Kendaraan yang diwajibkan uji KIR meliputi angkutan barang (truk/pick up), angkutan 
penumpang (bus/elf/hiace), taksi, hingga ojek online roda empat

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.