BOLASPORT.COM - Lolos ke final umumnya diikuti perasaan lega atau bahagia. Namun, pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Buelent Karslioglu, justru mengalami maklumatnya dengan catatan bagi panitia penyelenggara Proliga 2026.
"Saya ingin semua orang di sini, tolong, tulis sesuatu tentang arenanya karena temperaturnya 30 derajat," ucap Buelent Karslioglu kepada awak media.
Kalimat ini dikeluarkan pelatih asal Turki itu sebelum berbicara lebih jauh mengenai kelolosan Jakarta Pertamina Enduro ke final Proliga 2026.
Pertamina memastikan kelolosan setelah meraih kemenangan atas Jakarta Popsivo Polwan dalam laga di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/4/2026).
Tim juara bertahan ini menang dengan skor telak 3-0 (25-16, 25-14, 25-16) untuk kemenangan yang keempat di final four Proliga 2026.
Megawati Hangestri Pertiwi dkk. menyusul Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia yang lebih dulu mencetak kemenangan keempat yang sudah tidak mungkin dikejar.
Hanya saja, di balik performa kuat anak-anak asuhnya, Karslioglu menunjuk panasnya udara di dalam GOR yang dianggapnya tidak normal.
"Kita hanya punya lima pendingin udara di dalam (venue). Biasanya, di kota-kota lain ada dua pendingin di setiap sisi," tutur Karslioglu menambahkan.
"Kenapa kami harus bertanding dengan kondisi yang sangat panas? kenapa para pemain tidak bisa memberi performa terbaik?"
"Semua orang ke sini untuk apa? Pertandingan bola voli yang bagus kan? Sekarang suhu udaranya sekitar 30 derajat, itu terlalu panas."
"Juga pemain terkadang kehilangan kontrol ketika lapangannya terlalu basah, pertandingan berhenti (untuk dilap). Temponya jadi pelan."
Buelent Karslioglu bukan satu-satunya yang mengeluh demikian.
Pebola voli kawakan dari tim putra, Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Julfikar, juga mengeluh masalah yang sama.
Bhayangkara Presisi menghadapi Surabaya Samator pada sesi sebelum laga Pertamina Enduro vs Popsivo Polwan berlangsung.
"Silahkan ditulis, mas, GOR-nya panas pol!" ucap mantan kapten timnas voli tersebut kepada BolaSport.com ketika ditanya soal pertandingannya.
GOR Jatidiri cukup terkenal sebagai salah satu venue langganan dengan kondisi cukup ekstrem di pentas Proliga.
Tak hanya panas, sirkulasi udara di dalam lapangan juga dinilai kurang baik sehingga udaranya terasa pengap.
Karslioglu yang sebenarnya sudah sejak musim lalu melatih di Proliga tidak kuat dengan kondisi kali ini hingga mengaku harus mengganti bajunya dua kali.
Dia pun berharap kondisinya akan lebih baik ketika grand final Proliga 2026 berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pekan depan.
"Finalnya berbeda dan kita punya (penonton) asing. Kita harus menunjukkan arena yang baik, semuanya, karena seluruh dunia menonton (voli) Indonesia."
"Kita harus menunjukkan yang terbaik dan bukan hanya soal performa. Terima kasih," tukas Karslioglu menutup.
Pertamina Enduro masih akan menjalani satu pertandingan lagi dalam pekan terakhir final four di Semarang ini.
Pertamina akan menghadapi Phonska Plus pada Minggu (19/4/2026) yang menjadi pertemuan terakhir sebelum perang sesungguhnya di babak final.
"Saya ingin mencoba program yang baru karena sekarang ini masa persiapan," kata Karslioglu.
"Selain itu, saya ingin melihat penampilan beberapa pemain pelapis, karena kami punya pemain-pemain yang masih sangat muda."
"Mungkin mereka tidak akan bermain secara penuh tetapi saya ingin melakukan pergantian. Harus disiapkan segala sesuatunya, misal ada yang cedera, pemain muda harus siap."