Sosok Capt Marindra Pilot Helikopter Jatuh di Sekadau: Jam Terbang Tinggi, Ikut Pelatihan di Italia
Theresia Felisiani April 18, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Insiden jatuhnya helikopter PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada Kamis 16 April 2026 menewaskan 8 orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.

Adapun sosok yang menerbangkan helikopter tersebut adalah Capt. Marindra Wibowo. Ia didampingi co-pilot Harun Arasyid.

Sedangkan enam penumpang terdiri dari Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O dan Sugito.

 

Profil Capt. Marindra Wibowo

Lantas siapakah sosok dan profil Capt. Marindra Wibowo?

Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Marindra Wibowo telah menerbangkan helikopter sejak tahun 2002.

Ia saat ini bekerja sebagai helicopter pilot di KPN Plantation sejak Januari 2020 dan menerbangkan helikopter Airbus H-130T2, termasuk unit dengan registrasi PK-CFX.

Baca juga: Fakta-Fakta Helikopter Jatuh di Sekadau, Jasad Korban Dievakuasi dalam Gelap dan Medan Terjal

Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pilot di Whitesky Aviation Indonesia (2017–2019) dan PT HM Sampoerna Tbk (2015–2017).

Marindra juga memiliki latar belakang militer sebagai Executive Officer di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut. D. 

Selain pengalaman profesional, ia memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen. 

Ia juga mengikuti berbagai pelatihan penerbangan, termasuk pelatihan Airbus H-130T2 di Airbus Training Center serta pelatihan AW109 di Agusta Westland Training Academy, Italia.

Capt Marindra Wibowo merupakan putra pasangan Sudijono, purnawirawan TNI, dan Prapti Lindah Lestari, pensiunan PNS. Ia adalah anak kedua dari lima bersaudara.

 

Kondisi Rumah Duka Capt. Marindra Wibowo

Istri dan anak Capt. Marindra Wibowo berada di Pontianak untuk menjemput jenazah almarhum.

Sementara itu tenda besar berdiri di depa rumah bernomor 17 di blok B1 Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo, Jumat (17/4/2026) sore, yang adalah rumah duka almarhum.

Di bawah tenda itu, puluhan kursi plastik sudah dijejer.

Puluhan karangan bunga tampak memenuhi berbagai sudut jalan di sekitar rumah.

Sementara di dalam rumah dua lantai yang berada persis di sebelah pos satpam itu, terlihat beberapa orang beraktivitas.

Mereka adalah keluarga almarhum Capt Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX yang meninggal dunia dalam kecelakaan di Kalimantan Barat.

“Yang berada di rumah itu keluarganya. Orang tua dari Tuban, dan beberapa saudaranya. Sementara istri dan anaknya sedang di Pontianak, menjemput jenazah almarhum,” ujar Mohamad Ichwan, Ketua RT 2 RW7, perumahan yang berada di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran, Sidoarjo tersebut.

Baca juga: TNI AD Kerahkan 209 Prajurit, Amankan Lokasi Jatuhnya Helikopter Airbus H130 PK-CFX di Sekadau

Diceritakannya, selama ini Marindra tinggal di rumah itu bersama istri dan anak-anaknya. 

Ichwan maupun beberapa warga lain jarang bertemu dengan Marindra.

“Pas pulang itu biasanya bersih-bersih dan tanam-tanam di depan rumah. Atau pas olahraga begitu, biasanya saya bertemu. Kalau pulang biasanya beberapa hari di rumah atau sekitar semingguan gitu,” lanjutnya sambil menunjuk pohon kelengkeng yang sudah berbuah, pohon yang ditanam Marindra di depan rumahnya.

Ichwan mendapat kabar tentang kecelakaan helicopter yang ditumpangi Marindra pada Kamis siang kemarin.

Dia juga mendapat update informasi bahwa korban dan pesawatnya sudah ditemukan. Namun semua meninggal dunia, termasuk seorang warganya tersebut.

Dia juga menerima informasi bahwa jenazah Capt Marindra bakal tiba di rumah duka untuk dimakamkan di Juanda hari Sabtu (18/4/2026)

 

Sosok Capt. Marindra Wibowo: Tegas dan Jiwa Sosial Tinggi

Ichwan dan warga di sana mengaku sangat berduka. 

Selain dekat dengan almarhum, dia menilai bahwa Marindra itu sosok yang tegas dan memiliki jiwa sosial yang bagus di lingkungan.

Bahkan, kata dia, di kepengurusan RT tahun kemarin, Marindra sempat menjadi penasehat pengurus RT.

“Pak Marindra itu orangnya santun. Enak juga kita ajak sharing. Khususnya mengenai keamanan. Jiwa sosilnya juga bagus,” lanjutnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh beberapa warga lain di sana.

Termasuk security di perumahan tersebut yang mengaku sangat kehilangan atas kepergiatan Capt Marindra.

“Biasanya pas pulang selalu ngobrol sama kami. Dia orangnya baik. Bahkan setiap lebaran juga ngasih THR kepada kami. Baik banget orangnya. Santun. Terakhir bertemu pas lebaran kemarin, saat hendak balik tugas. Tentu kami turut berduka atas peristiwa ini,” ujar seorang petugas keamanan di kompleks perumahan tersebut.

 

Kronologi Helikopter PK-CFX Hilang Kontak

Berdasarkan data manifes sementara yang dihimpun, helikopter PK-CFX itu diketahui lepas landas dari area perkebunan sawit PT Citra Mahkota di Menukung menuju Kota Pontianak pada Kamis 16 April 2026 sekitar pukul 08.34 WIB.

Penerbangan awalnya terlihat normal.

Tidak ada tanda indikasi gangguan pada faktor internal maupun eksternal.

Namun 5 menit setelah lepas landas, heli itu dilaporkan hilang kontak.

Sistem COSPAS-SARSAT lalu mendeteksi sinyal darurat (distress signal) dari helikopter pada pukul 13.09 UTC melalui satelit LEOSAR.

Sinyal beacon pada frekuensi 406.0367 MHz itu mengindikasikan adanya kondisi darurat di udara.

EVAKUASI - Proses evakuasi korban helikopter PK-CFX di Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat, (17/4/2026)
EVAKUASI - Proses evakuasi korban helikopter PK-CFX di Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat, (17/4/2026) (Tribunnews.com/SAR PONTIANAK)

Tim gabungan pun dikerahkan sejak laporan hilang kontak itu muncul pada Kamis 16 April pagi.

Pencarian langsung dilakukan hingga pukul 16.00 WIB.

Sedangkan dua korban lainnya belum dapat dievakuasi karena terkendala kondisi di lapangan.

Terkini seluruh korban berhasil dievakuasi, seluruhnya meninggal.

(tribun network/surya/TribunPontianak.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.