Kisah Debutan Piala Dunia - Timnas Indonesia dan Kuba, Kesabaran 88 Tahun Belum Terbayar
Beri Bagja April 18, 2026 09:33 AM

INDISCHHISTORISCH.NL
Timnas Indonesia pernah berlaga di Piala Dunia satu-satunya pada 1938 saat masih bernama Hindia Belanda

BOLASPORT.COM - Terpisah 18 ribu kilometer, Indonesia dan Kuba ternyata memiliki kemiripan soal sejarah penampilan di Piala Dunia.

Kedua negara tersebut sama-sama pernah mencicipi satu kali partisipasi di kejuaraan garapan FIFA.

Keikutsertaan tunggal Indonesia dan Kuba kompak terjadi pada penyelenggaraan edisi ketiga Piala Dunia di Prancis 1938.

Sekitar 88 tahun silam, kedua tim menjalani debut sekaligus penampilan terakhirnya di kejuaraan ini.

Indonesia waktu itu masih menjadi bagian wilayah jajahan Belanda. Tim nasional besutan Johan Mastenbroek menggunakan identitas Dutch East Indies atau Hindia Belanda.

Mereka terjun sebagai satu-satunya wakil Asia di putaran final.

Uniknya, kelolosan Hindia Belanda ke Piala Dunia diperoleh melalui dua kali giveaway babak kualifikasi.

Di tengah kekacauan geopolitik zaman itu, Jepang yang seharusnya menjadi lawan Hindia Belanda di kualifikasi Zona Asia Timur mundur karena perang.

Hindia Belanda dapat tiket cuma-cuma ke play-off dan dijadwalkan menghadapi Amerika Serikat.

Seperti Jepang, AS juga mundur dari persaingan dan melanggengkan Hindia Belanda otomatis ke putaran final di Prancis.

Dengan format hanya 16 tim, Achmad Nawir dkk langsung masuk bertanding di babak 16 besar untuk menghadapi Hungaria.

Tanpa daya, Hindia Belanda dilibas Hungaria dengan skor telak 0-6.

Gawang kawalaan Mo Heng Tan dikoyak Vilmos Kohut (13'), Geza Toldi (15'), Gyorgy Sarosi (25', 89'), dan Gyula Szengeller (30', 76').

Kiprah Indonesia dalam momen debut dan partisipasi satu-satunya sejauh ini berakhir tragis di pertandingan pertamanya.

Sementara itu, timnas Kuba maju ke babak play-off sebagai pemenang kualifikasi Zona Amerika Tengah.

Layaknya Hindia Belanda, Kuba meraih tiket bye ke putaran final setelah lawannya di play-off interkontinental, Argentina, mundur.

Pada turnamen di Prancis, Kuba melaju sedikit lebih jauh dari Hindia Belanda walau ujung-ujungnya juga hancur.

Timnas Kuba tampil di Piala Dunia 1938 sebagai partisipasi satu-satunya sejauh ini, seperti timnas Indonesia.
X.COM/INTERNATBREAK
Timnas Kuba tampil di Piala Dunia 1938 sebagai partisipasi satu-satunya sejauh ini, seperti timnas Indonesia.

Setan Dibantai

Los Diablos Rojos (Setan Merah) mengalahkan Rumania pada babak 16 besar melalui dua pertandingan.

Duel pertama di Toulouse kala itu berakhir imbang 3-3 sampai extra time. Belum mengenal adu penalti, laga diulang empat hari kemudian.

Pada momen replay itu, Kuba menghajar Rumania 2-1 dan lolos ke perempat final.

Langkah mereka terhenti juga secara tragis karena dibantai Swedia dengan skor 0-8.

Sejak tampil di Prancis 1938, timnas Indonesia dan Kuba belum bisa merealisasikan comeback ke turnamen terakbar garapan FIFA selama nyaris sembilan dekade.

Tepatnya 88 tahun kemudian, kedua tim harus bersabar menunggu kesempatan itu kembali. Indonesia gugur di fase-fase akhir kualifikasi Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Patrick Kluivert kandas di ronde keempat, padahal cuma berjarak 180 menit dari tiket ke Amerika Utara.

Adapun Kuba gugur di ronde kedua kualifikasi Zona CONCACAF. Mereka gagal melaju ke tahap terakhir karena kalah tinggi di klasemen dari Honduras dan Bermuda.

Artinya, sudah 20 edisi lamanya timnas Indonesia dan Kuba gagal lolos kembali ke Piala Dunia (1934-2026).

Di antara negara-negara yang sudah pernah mentas di Piala Dunia, penantian tersebut merupakan rekor paling lama.

Setelah Indonesia dan Kuba, posisi berikutnya ditempati Israel, yang melewatkan 14 kali penyelenggaraan setelah penampilan terakhirnya di Piala Dunia (1970).

Urutan berikut ditempati El Salvador dan Kuwait (11 edisi), serta Hungaria dan Irlandia Utara (10).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.