TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ), kembali mencuri perhatian nasional.
Setelah meraih Harmony Award 2025 sebagai juara dua tingkat nasional, pemerintah daerah langsung menyiapkan langkah membangun miniatur rumah ibadah semua agama dalam satu kawasan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Nunukan, Hasan Basri, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi bukti kuat bahwa kerukunan umat beragama di Nunukan sudah berjalan dengan baik.
“Di FKUB, kita sudah membuktikan bahwa kerukunan umat beragama di Nunukan itu sangat baik, salah satunya dengan diraihnya Harmony Award 2025,” ujar Hasan Basri kepada TribunKaltara.com, Jumat (18/4/2026).
Baca juga: FKUB Nunukan Raih Harmony Award 2025, Kepala Kemenag Aliansyah Tekankan Peran Generasi Penerus
Namun, alih-alih berpuas diri, pemerintah justru menyiapkan gebrakan baru.
Tahun ini, akan dibangun miniatur rumah ibadah dari seluruh agama yang ada di Kabupaten Nunukan.
“Miniatur pertama yang dibangun adalah vihara.
Ini sebagai bentuk penghormatan, walaupun minoritas tetap diperhatikan,” jelas Hasan Basri.
Tak sekadar simbol, vihara tersebut bahkan akan difungsikan sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha di Nunukan yang selama ini masih beribadah di rumah.
Setelah itu, pembangunan miniatur rumah ibadah lain seperti masjid, gereja, pura, hingga klenteng akan dilakukan secara bertahap.
Lebih menarik lagi, kawasan ini tidak hanya menjadi simbol toleransi, tetapi juga akan dikembangkan sebagai destinasi wisata spiritual.
“Kita ingin menunjukkan bahwa di Nunukan, walaupun berbeda agama, masyarakat tetap hidup berdampingan dengan damai,” kata Hasan Basri.
Rencananya, pembangunan akan dilakukan di sekitar kawasan FKUB dengan konsep miniatur.
Artinya, bangunan tidak ditujukan untuk ibadah massal, kecuali vihara yang memang digunakan oleh umat.
Hasan Basri menegaskan, proyek ini bukan sekadar efek dari penghargaan yang diraih.
Ide tersebut sudah lama dirancang sebagai langkah memperkuat keharmonisan antarumat beragama.
Baca juga: Kunjungi Rumah Kerukunan FKUB Nunukan, Kakanwil Kemenag Kaltara Apresiasi Raihan Harmony Award 2025
Hasan Basri memastikan rencana ini sudah melalui kajian matang dan telah disosialisasikan kepada tokoh-tokoh agama di Nunukan.
“Kalau pun ada yang belum setuju, kemungkinan karena belum memahami konsepnya,” tambah Hasan Basri.
Dengan adanya proyek unik ini, Nunukan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah perbatasan, tetapi juga sebagai contoh nyata toleransi beragama di Indonesia.
“Kita ingin masyarakat hidup nyaman tanpa perpecahan, meskipun berbeda keyakinan,” pungkasnya.
(*)
Penulis: Fatimah Majid