TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Simak update jadwal dan tarif Bus Damri terbaru rute Tana Tidung ke Malinau, pada Sabtu 18 April 2026.
Bus Damri melayani rute Kabupaten Tana Tidung ( KTT ) menuju Kabupaten Malinau dengan dua jadwal keberangkatan pada pagi dan sore setiap harinya.
Kepala Dinas Perhubungan Tana Tidung, Arief Prasetiawan, menekankan pentingnya kedisiplinan penumpang dalam mematuhi aturan keselamatan, termasuk mengikuti jadwal resmi keberangkatan dan tidak memaksakan diri naik apabila kapasitas kendaraan telah terpenuhi.
Baca juga: Jadwal Keberangkatan DAMRI Rute dari KTT menuju Tanjung Selor dan Malinau, Jumat 17 April 2026
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub ) Tana Tidungm Arief Prasetiawanm kepada TribunKaltara.com, saat ditemui di kantornya di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara ( Kaltara ).
“Yang paling kami tekankan adalah faktor keselamatan.
Penumpang kami imbau datang sesuai jadwal, tidak terburu-buru, dan mengikuti arahan petugas.
Kapasitas Bus Damri sudah ditentukan, jadi tidak boleh melebihi daya angkut,” ujar Arief.
Berikut ini dua jadwal keberangkatan Bus Damri rute KTT - Malinau, Sabtu (18/4/2026).
Untuk keberangkatan pertama, Damri berangkat dari Tana Tidung menuju Malinau pada pukul 08.00 WITA.
Selanjutnya, Damri keberangkatan kedua dijadwalkan pada pukul 15.00 WITA.
Adapun tarif Damri rute KTT – Malinau ditetapkan sebesar Rp 40 ribu per penumpang.
Selain melayani rute utama KTT - Malinau, Damri juga melayani penumpang dengan tujuan beberapa wilayah yang dilalui dengan tarif berbeda-beda.
Tarif Damri untuk tujuan Desa Seputuk sebesar Rp 20 ribu, Desa Belayan Ari Rp 20 ribu, dan Desa Kapuak juga dikenakan tarif Rp 20 ribu
Sementara itu Damri untuk tujuan Sesua, tarif yang berlaku sebesar Rp 30 ribu.
Kapasitas Bus Damri tujuan Malinau dari Tana Tidung dapat menampung sebanyak 19 orang penumpang.
Durasi perjalanan KTT - Malinau melalui jalur darat menggunakan Bus Damri diperkirakan memakan waktu kurang lebih satu setengah jam.
(*)
Penulis : Rismayanti