TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pihak RT 30 Perumahan Puri Gading Mayang, Kota Jambi kaget saat mendengar kabar kecelakaan helikopter yang menimpa warganya, Fauzie Orbanta.
Sebab, pihaknya baru bertemu dengan almarhum saat Lebaran Idul fitri 2026 kemarin.
“Saya kami juga kaget juga kan, karena baru kemarin ya, habis lebaran beliau masih ada di Jambi. Iya kan sering bolak-balik ke masjid,” kata ketua RT 30, Dedi, pada Jumat (17/4/2026) malam.
Dedi menuturkan, almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras, sebab banyak berada di lokasi pekerjaan.
“Beliau banyak lokasi kan kalaupun pulang ya dua minggu. Mungkin ya banyak kumpul-kumpul keluarga apalagi anak-anaknya kan ada yang satu di Palembang, ngambil spesialis (pendidikan dokter, red),” tuturnya.
“Selama ini yang kami lihat Pak Fauzie itu oke orangnya, ramah gitu sering negur, itu yang yang saya rasakan ya, saya melihat Pak Poji cukup luas orangnya, cukup bergaul dan cukup baik gitu,” lanjutnya.
Dia menjelaskan, almarhum baru mendapatkan pekerjaan di perusahaan KPN Plantations. Sebelumnya, almarhum bekerja di perusahaan dibawah naungan Bakri Group.
“Dulunya dia beliau ini di di Bakri Group, di Kalimantan juga. Tapi yang jelas beliau ini katanya sih ke sana itu proses pergantian. Beliau ini dapat job baru,“ jelasnya.
Baca juga: Jenazah Fauzie 0 Korban Kecelakaan Helikopter di Kalbar Dibawa ke Jambi Sabtu
Baca juga: Harga BBM Hari Ini 18 April 2026: Pertamax Turbo dan Dexlite Melonjak Tajam
Sebagai bentuk belasungkawa dan solidaritas di lingkungannya, Dedi menerangkan pihaknya membantu prosesi pemakaman di kediamannya.
“Karena kita memang memiliki rasa tanggung jawab ya dan punya perasaan kekeluargaan juga yang kuat di perumahan ini. Jadi kita menyediakan semuanya lah yang dibutuhkan oleh pihak keluarga yang yang mengalami kondisi ini gitu,” jelasnya.
Dalam suasana duka, Dedi turut berbelasungkawa atas insiden yang menimpa almarhum. Dia juga berdoa agar almarhum tenang dialam sana.
“Semoga amal ibadah beliau dapat diterima, keluarga yang ditinggalkan selalu tabah dan sabar dalam mengadapi ujian ini,” pungkasnya.
Sementara itu, pantauan Tribunjambi.com di kediaman almarhum, para kerabat dan tetangga sudah berdatangan, Sabtu (18/4/2026).
Mereka duduk di kursi yang berada di bawah tenda, maupun dibawah kanopi kediaman almarhum dan tetangganya.
Mereka juga duduk di dalam kediaman rumah almarhum, sembari melantunkan doa. Suasana hujan seakan menyelimuti suasana duka atas kepergian almarhum.
Keluarga almarhum Fauzie Orbanta, warga Jambi korban kecelakaan helikopter di Kalimantan Barat, mendapatkan kabar jenazah korban akan di bawa ke Jambi pada Sabtu (18/4/2026).
"Jenazah diberangkatkan besok (Sabtu), dari Pontianak langsung ke Jambi,” kata Hamri Tarigan, keluarga korban, saat ditemui Tribun Jambi di kediaman korban, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Jejak Karier Fauzie Orbanta, Warga Jambi Petinggi KPN Plantations Korban Kecelakaan Helikopter
Baca juga: Daftar Lengkap Harga BBM Hari Ini 18 April 2026 di Jambi, Papua dan Semua SPBU Pertamina
Jenazah Fauzie Orbanta dijadwalkan tiba di Jambi pada Sabtu (17/4/2026) sekira pukul 11.15 WIB.
Sore ini, Tribun Jambi berada di rumah duka, kediaman almarhum Fauzie O, di Villa Gading Mayang Blok F12A RT 30, Kelurahan Mayang Mengurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Di lokasi, terlihat tenda telah berdiri di depan kediaman korban.
Begitu juga bendera kuning penanda duka juga telah dipasang di lingkungan sekitar.
Para kerabat dan tetangga juga tampak ramai mendatangi kediaman korban.
Selimut Duka di Bandara Supadio Pontianak
Sementara itu, di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, suasana duka menyelimuti sekelompok orang yang ada di sana, pada Jumat (17/4/2026) pagi.
Delapan jenazah korban jatuhnya helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau akhirnya tiba setelah melalui proses evakuasi panjang dan penuh tantangan.
Tim SAR gabungan sejak malam sebelumnya telah mengevakuasi korban dari lokasi jatuhnya helikopter.
Jenazah diturunkan dari bukit menuju Kompi B-642 Sanggau, kemudian diberangkatkan menggunakan pesawat Super Puma menuju Pontianak.
Penerbangan berlangsung lancar dan memakan waktu kurang dari dua jam.
Kemudian sekitar pukul 09.58 WIB, pesawat yang membawa delapan jenazah mendarat di Lanud Supadio.
Sejak pagi, keluarga korban sudah menunggu dengan penuh kegelisahan. Begitu jenazah tiba, tangis pun pecah.
Beberapa anggota keluarga terlihat tak kuasa menahan air mata, sementara yang lain berusaha saling menenangkan.
Tim SAR gabungan kemudian membentuk formasi untuk memindahkan jenazah dari pesawat ke mobil ambulans yang telah disiapkan.
Baca juga: Sosok Fauzie O Semasa Hidup Pengayom, Warga Villa Gading Kota Jambi Kecelakaan Helikopter Kalbar
Baca juga: Menteri PPPA Desak Oknum Polisi Pemerkosa di Jambi Dijerat UU TPKS, Apa Itu?
Seluruh jenazah langsung dibawa menuju RS Bhayangkara Polda Kalbar untuk proses identifikasi dan penyerahan kepada pihak keluarga sesuai prosedur.
Proses Evakuasi
Upaya pencarian dan evakuasi helikopter PK-CFX yang jatuh di pedalaman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, memasuki babak akhir.
Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Jumat (17/4/2026) pagi, setelah lokasi jatuhnya pesawat tersebut teridentifikasi sehari sebelumnya.
Helikopter yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak itu diketahui membawa delapan orang, termasuk pilot.
Seluruh penumpang dipastikan meninggal dunia dalam insiden nahas tersebut.
Proses evakuasi dilakukan secara intensif sejak titik lokasi ditemukan pada Kamis (16/4/2026) petang, di kawasan perbukitan terjal yang sulit dijangkau.
Medan yang berat menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
Lokasi jatuhnya helikopter berada sekitar satu setengah jam perjalanan kaki dari Dusun Gandis, Kecamatan Nanga Taman.
Akses darat yang terbatas membuat tim SAR memprioritaskan jalur udara untuk mempercepat penanganan korban.
Sejak pagi hari, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan setempat mengerahkan sedikitnya tujuh helikopter untuk mengangkut jenazah korban.
Salah satu armada utama yang digunakan adalah helikopter Super Puma milik TNI Angkatan Udara.
Seluruh jenazah kemudian diterbangkan menuju Pontianak untuk penanganan lebih lanjut.
Koordinasi operasi dipusatkan di Kompi B Yonif 642, dengan dukungan penuh dari Lanud Supadio Pontianak. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
https://www.facebook.com/tribunjambifanspage
https://www.instagram.com/tribunjambi/
https://www.threads.com/@tribunjambi?xmt=AQF0WNF2OMgP2pw8P_idTnMillmaLVb6ZXZD4aeJrvAug6c