TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi viralnya video warga yang swadaya memperbaiki jalan rusak di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Dalam video yang beredar, sekumpulan warga terlihat memperbaiki jalan yang kondisinya berbatu.
Diketahui, jalan rusak tersebut berstatus sebagai jalan provinsi, tepatnya di tanjakan Pasirsalam, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi berterima kasih atas inisiatif warga yang telah memperbaiki jalan rusak tersebut.
"Terima kasih kepada akang-akang yang rela memperbaiki jalan (di) Nyalindung di Sukabumi," ucap Dedi Mulyadi, dikutip dari videonya, Sabtu (18/4/2026).
Kemudian, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut sejatinya sudah mendapatkan anggaran perbaikan pada tahun ini.
"Saya sampaikan, di jalan tersebut sudah berkontrak. Nilai anggarannya lebih dari Rp36 miliar, dan sudah mulai dikerjakan," jelas Dedi Mulyadi.
Baca juga: Dedi Mulyadi Dorong Kemenkes Investigasi Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS
"Jadi saya ucapkan terima kasih sudah berkeringat, mengeluarkan uang memperbaiki jalan. Tapi, kalau Akang mau menyelesaikan sampai tuntas juga mangga, biar kontraknya kami tunda," sambungnya berseloroh.
Dedi Mulyadi juga berpesan agar para pekerja bisa menyelesaikan perbaikan jalan rusak tersebut dengan baik.
"Bagi yang mengerjakan pekerjaan tersebut, semangat! Kerjakan dengan baik, sesuai dengan nilai anggaran yang tersedia," imbuhnya.
Selain itu, pria yang akrab disapa KDM tersebut berharap warga Sukabumi agar tidak terlalu sering menggunakan jalan dengan truk bertonase besar.
"Seluruh pengguna jalan di Kabupaten Sukabumi juga jangan menggunakan truk berkapasitas berlebihan," ucap Dedi Mulyadi.
"Sehebat apapun kami membangun jalan, kalau setiap hari dilewati truk-truk besar, menimbulkan kerusakan, pada akhirnya menjadi beban anggaran yang berat bagi Pemprov Jabar. Hatur nuhun," tutupnya.
Beberapa waktu lalu, Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Jabar telah merilis data pembangunan sembilan ruas jalan tol dengan total biaya investasi mencapai Rp134,54 Triliun.
Proyek tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga mengungkap target tahun 2027 seluruh jalan di Jawa Barat mulus dan terkoneksi sehingga akan berdampak pada ekonomi.
"Target saya di 2027 seluruh jalan di Jawa Barat, jalan nasional, jalan tol, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan jalan desa terkoneksi dengan baik dalam keadaan mulus dan nanti itu melahirkan sirkulasi ekonomi," ujar Dedi Mulyadi.
Dilansir dari Humas Jawa Barat, selama setahun memimpin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga memiliki proyek strategis, satu di antaranya proyek pembangunan Jalan Leucir atau jalan mulus.
Dedi Mulyadi menjalankan proyek Jalan Leucir, yaitu program percepatan perbaikan jalan provinsi, fokus ruas rusak berat, standar ketebalan dan kualitas diperketat dan perbaikan bertahap di kabupaten/kota di Jawa Barat.
Baca juga: Dedi Mulyadi Kaji Pembangunan Underpass Pasteur, Sentil Pengaturan Lampu Lalu Lintas di Bandung
Berikut rincian proyek Jalan Leucir Dedi Mulyadi:
Pemeliharaan Rutin: Jalan 2.080,53 Km tertangani dengan realisasi anggaran Rp229,98 miliar
Rekonstruksi Jalan: 229,45 Km jalan selesai dengan realisasi anggaran Rp829,67 miliar
Pemeliharaan Berkala: 179,557 Km jalan tertangani dengan realisasi anggaran Rp350,35 miliar
Penggantian Jembatan: 13 unit jembatan selesai dengan realisasi Rp69,6 persen.
Dedi Mulyadi menilai, infrastruktur bukan hanya soal jalan mulus tapi juga soal akses ekonomi, kesehatan dan pendidikan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Program jalan leucir tersebut diharapkan bisa membuat akses layanan bisa menjadi lebih cepat, distribusi logistik lebih lancar, UMKM lebih mudah kirim barang dan akses ibu hamil dan anak ke fasilitas kesehatan lebih aman.