VIRAL Guru Honorer Tiba-Tiba Tercatat Punya Mobil Ferrari Seharga Rp42 M
Firmauli Sihaloho April 18, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rizal, seorang guru honorer di Kuningan, Jawa Barat, dibuat terkejut bukan main setelah namanya tiba-tiba tercatat sebagai pemilik mobil mewah Ferrari senilai Rp4,2 miliar.

Yang membuatnya semakin bingung, Rizal mengaku tak pernah sekalipun membeli kendaraan tersebut. Namun, dalam data yang beredar, ia justru terdaftar sebagai pemilik Ferrari 458 Speciale Aperta dengan harga fantastis.

Fakta ini jelas bertolak belakang dengan kehidupan sehari-harinya yang sederhana. Untuk beraktivitas, Rizal selama ini hanya mengandalkan sebuah mobil Kijang tua serta satu unit sepeda motor.

Tanpa pernah memiliki uang miliaran rupiah, identitasnya mendadak tercatat sebagai pemilik mobil mewah Ferrari 458 Speciale Aperta seharga Rp 4,2 miliar.

"Awalnya dari teman saya di sekitar rumah, ada yang mengasih kabar bahwa 'Aa Rizal katanya beli Ferrari'. Terus saya cek ke Samsat, ternyata benar. Ya kaget, terkejut," ujar warga Desa Winduherang, Kecamatan Cigugur ini pada Kamis (16/4/2026) petang.

Kejadian ini diduga kuat merupakan tindak pencatutan identitas yang terencana.

Rizal menceritakan, rangkaian peristiwa bermula pada Kamis (2/4/2026) siang saat ia menerima telepon dari orang tak dikenal.

Baca juga: DAFTAR LENGKAP Harga BBM Nonsubsidi yang Naik Hari Ini Sabtu 18 April 2026

Baca juga: Terungkapnya Kasus Dugaan Korupsi Renovasi Masjid, Sang Kades Kini Ditahan

Pelaku Pinjam Data Identitas

Dalam percakapan tersebut, si penelepon bermaksud meminjam data identitas Rizal dengan alasan untuk keperluan pembelian mobil milik atasannya.

Meski sempat diiming-imingi uang jutaan rupiah, Rizal dengan tegas menolak.

"Ada yang nelpon, 2 April tuh, minta data diri untuk pembelian mobil untuk bosnya, tapi saya menolak.

Berapa menit kemudian teh, telpon lagi, iming-iming imbalan Rp 5 juta, tapi saya tetap nolak," ungkap Rizal.

Namun, penolakan tersebut rupanya tidak menghentikan aksi pelaku.

Sepekan setelah telepon misterius itu, tepatnya pada 9 April 2026, transaksi pembelian mobil mewah tersebut resmi tercatat menggunakan identitas Rizal.

Rasa penasaran membawa Rizal mendatangi kantor Samsat Polres Kuningan pada Selasa (14/4/2026).

Setelah melakukan pengecekan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), ia mendapati fakta mencengangkan.

Ia tidak hanya terdaftar sebagai pemilik Ferrari, tetapi juga menemukan adanya pemalsuan dokumen fisik.

Di kantor BPKB, Rizal melihat fotokopi KTP yang digunakan untuk administrasi kendaraan tersebut memang mencantumkan data dirinya, namun foto yang tertera adalah wajah orang lain.

"Di kantor BPKB, mendapati dokumen fotokopi KTP dengan data diri saya, namun menggunakan foto orang lain," jelasnya.

Ketakutan utama Rizal saat ini adalah beban pajak kendaraan mewah (pajak progresif) yang bisa mencapai angka ratusan juta rupiah per tahun.

Selain itu, ia khawatir jika kendaraan tersebut terlibat dalam tindak pidana atau masalah hukum di masa depan.

Atas saran petugas, Rizal segera melakukan langkah antisipasi:

Pemblokiran Data: Melakukan pemblokiran kendaraan melalui aplikasi resmi agar tagihan pajak tidak jatuh kepadanya.
Laporan Polisi: Mendatangi Satreskrim Polres Kuningan untuk melaporkan dugaan pemalsuan identitas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.