130 Mahasiswa STIKES Bhayangkara Makassar Ikuti Pengabdian Masyarakat di Mapilli Polman
Nurhadi Hasbi April 18, 2026 02:45 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sebanyak 130 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bhayangkara Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diterjunkan ke Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), untuk mengikuti praktik kerja lapangan (PKL), Sabtu (18/4/2026).

Mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari penelitian, bakti sosial, hingga simulasi penanganan bencana.

Acara pembukaan dan penerimaan peserta PKL berlangsung di Aula Kantor Camat Mapilli, Jalan Olahraga, Kelurahan Mapilli.

Baca juga: Viral ASN PPPK Kemenag di Polman Diduga Cabuli Siswa, Polisi Segera Panggil Terduga Pelaku

Baca juga: Dosen Prodi Gizi Unsulbar Giat Pengabdian Masyarakat, Dukung Desa Bonde Utara Pulih Stunting

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua STIKes Bhayangkara Makassar, Kompol Dardin, Camat Mapilli Rahmat Rubianto, serta Kepala Puskesmas Mapilli Wahyudin.

Hadir pula Kepala Desa Kurma dan Rappang Barat, jajaran pengurus Akper Bhayangkara, perwakilan Subsektor Mapilli, perwakilan Danramil 1402-02/Wonomulyo, serta tamu undangan lainnya.

"Kegiatan PKL ini merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," kata Dardin kepada wartawan.

Dardin mengungkapkan, ada beberapa alasan memilih Kecamatan Mapilli sebagai lokasi PKL.

Menurutnya, wilayah Polman memiliki keberagaman etnis, kondisi alam yang mendukung penelitian, serta masyarakat yang kooperatif.

Ia menyebut, tahun 2026 merupakan kali keenam mahasiswa STIKes Bhayangkara melaksanakan PKL di Kabupaten Polman.

Tahun ini, kegiatan difokuskan di Desa Rappang Barat dan Desa Kurma, Kecamatan Mapilli.

PKL mahasiswa jurusan keperawatan ini berlangsung selama 20 hari, mulai 18 April hingga 7 Mei 2026.

Mahasiswa akan melakukan pendataan dari rumah ke rumah di dua desa tersebut.

Mahasiswa Lakukan Pendataan hingga Baksos

Data yang diperoleh kemudian akan ditabulasi dan dianalisis untuk mengidentifikasi masalah kesehatan keluarga maupun individu.

Hasil tersebut akan menjadi dasar program keluarga binaan, termasuk analisis, intervensi, dan evaluasi.

Selain penelitian, mahasiswa juga akan menggelar bakti sosial, termasuk sunatan massal untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Dardin menambahkan, salah satu program unggulan dalam kegiatan ini adalah simulasi penanganan bencana.

Simulasi tersebut rencananya digelar di Pantai Babatoa, Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian.

Kegiatan ini akan melibatkan berbagai pihak, seperti TNI-Polri, BPBD, Basarnas, tenaga medis, pemerintah, serta unsur terkait lainnya.

Sementara itu, Camat Mapilli Rahmat Rubianto mengaku bangga atas kehadiran mahasiswa STIKes Bhayangkara di wilayahnya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan mendukung program pemerintah setempat.

“Tentunya saya sangat bersyukur dan merasa bangga atas terpilihnya Kecamatan Mapilli sebagai lokasi pelaksanaan PKL adik-adik mahasiswa STIKes Bhayangkara,” kata Rahmat. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.