Trump Serang NATO: Disebut Tak Berguna Saat Perang Iran Hampir Usai, Ketegangan Sekutu Memanas
Muhammad Hadi April 18, 2026 03:35 PM

Trump Serang NATO: Disebut Tak Berguna Saat Perang Iran Hampir Usai, Ketegangan Sekutu Memanas

SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap NATO di tengah konflik dengan Iran yang disebutnya hampir berakhir.

Dilansir Serambinews melalui GB News (18/4/2026), Trump menyebut NATO “sama sekali tidak berguna” karena dinilai terlambat menawarkan bantuan saat situasi memuncak di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato di acara Turning Point USA yang berlangsung di Phoenix, Arizona.

Dalam pidatonya, Trump menyinggung situasi di Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi titik panas konflik global.

Ia mengklaim jalur pelayaran tersebut kini telah kembali terbuka, meskipun blokade angkatan laut AS masih diberlakukan hingga kesepakatan dengan Iran benar-benar tuntas.

Baca juga: China Perkuat Diplomasi dengan Iran Jelang KTT Xi–Trump, Fokus Jaga Stabilitas dan Pasokan Energi

Trump mengungkapkan bahwa NATO sempat menghubunginya untuk menawarkan bantuan.

Namun, ia menolak tawaran tersebut karena merasa aliansi itu tidak hadir saat paling dibutuhkan.

“Dua bulan lalu saya mungkin membutuhkan bantuan mereka, tapi sekarang saya tidak membutuhkannya lagi,” ujar Trump.

Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan donatur kampanye yang baru memberikan dukungan setelah kemenangan diraih.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengumumkan rencana misi multinasional untuk menjaga keamanan pelayaran dan membantu pembersihan ranjau di Selat Hormuz.

Baca juga: Presiden Brasil Kritik Keras AS: Lula Sebut Trump Tak Berhak Mengancam Negara Lain

Langkah ini menunjukkan bahwa negara-negara Barat tetap berupaya menjaga stabilitas jalur energi global tersebut.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, juga mengakui bahwa beberapa anggota aliansi memang terlambat memberikan dukungan kepada AS pada tahap awal konflik.

Ia menyebut keterlambatan tersebut sebagai bagian dari dinamika koordinasi antarnegara anggota.

Sementara itu, kondisi di lapangan menunjukkan dampak signifikan terhadap pasar global.

Harga minyak dunia dilaporkan turun di bawah 90 dolar AS per barel setelah Selat Hormuz dinyatakan kembali terbuka.

Baca juga: VIDEO - Trump Kecewa pada PM Italia, Sindir Meloni Tak Tahu Terima Kasih Usai Bela Paus

Meski demikian, aktivitas pelayaran masih terbatas karena kekhawatiran terhadap ranjau laut dan ancaman keamanan lainnya.

Iran sendiri telah menetapkan jalur khusus bagi kapal tanker minyak dan memperingatkan risiko bagi kapal yang tidak mengikuti rute tersebut.

Selain isu internasional, Trump juga menyinggung politik dalam negeri menjelang pemilihan paruh waktu di AS.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa Partai Republik akan meraih kemenangan dan mengkritik Partai Demokrat terkait sejumlah kebijakan domestik.

Dengan konflik yang disebut hampir berakhir, pernyataan Trump terhadap NATO menjadi sorotan global.

Hal ini menandakan adanya ketegangan baru dalam hubungan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, di tengah upaya menjaga stabilitas kawasan dan ekonomi dunia.

Baca juga: Trump Akui Harga Bensin Akan Melonjak hingga Akhir Tahun 2026, Bagaimana Harga BBM Indonesia?

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.