TRIBUNNEWSMAKER.COM - Veri Afandi atau yang lebih dikenal sebagai Veri AFI kini membawa kabar yang cukup mengharukan terkait kondisi kesehatannya.
Penyanyi jebolan ajang Akademi Fantasi Indosiar itu mengungkapkan bahwa dirinya mengalami gangguan serius pada penglihatannya.
Ia diketahui kehilangan fungsi penglihatan pada mata kirinya akibat penyakit ablasio retina.
Kondisi tersebut tentu menjadi pukulan berat, terutama bagi dirinya yang memiliki ketertarikan besar di bidang visual.
Dalam perbincangan bersama Feni Rose pada Jumat (17/4/2026), Veri menceritakan perjalanan hidupnya dengan penuh emosi.
Ia mengaku harus mengubur impian yang selama ini ia kejar karena keterbatasan fisik yang kini dialaminya.
Padahal, setelah meredup dari dunia hiburan, Veri sempat beralih fokus mengejar karier di bidang desain grafis.
Ketertarikannya pada dunia seni rupa ternyata sudah tumbuh sejak ia masih sangat kecil.
Nama “Afandi” yang melekat pada dirinya bukan sekadar nama biasa, melainkan doa dari sang ayah.
Sosok ayahnya berharap Veri bisa mengikuti jejak Affandi, maestro lukis Indonesia yang legendaris.
Baca juga: Lama Tak Terdengar Kabarnya, Veri AFI Tengah Panik Data Pribadi Tersebar, Gara-gara Iseng Unduh Ini
"Waktu umur 5 tahun, aku ikut lomba lukis ditemenin ayah dan aku dapat juara satu. Ayah pengen aku jadi pelukis, makanya nama aku dikasih Feri Afandi supaya menjadi pelukis seperti pelukis Afandi," kenang Veri.
Sejak saat itu, kecintaannya pada seni semakin tumbuh dan berkembang seiring waktu.
Ia bahkan melanjutkan pendidikan di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) demi mewujudkan cita-citanya.
Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Veri dalam meninggalkan dunia hiburan untuk fokus pada passion barunya.
Namun, kondisi kesehatan yang tak terduga kini memaksanya menghadapi kenyataan pahit yang mengubah arah hidupnya.
Saat pandemi COVID-19 melanda, ketika industri hiburan sedang lesu, Veri justru merasa menemukan kembali jalannya.
Ia aktif bekerja sebagai desainer grafis dan penulis cerita dari rumah.
Namun, di tengah kenyamanan itu, sebuah cobaan berat datang harus kehilangan penglihatannya.
"Kembali nikmat itu diambil, aku kena ablasio retina mata. Mata kiri aku sampai akhirnya enggak bisa ngelihat lagi. Di situ aku benar-benar ngerasa duniaku seperti runtuh lagi," ungkapnya dengan berlinang air mata.
Veri menjelaskan bahwa kondisi ini sangat memukul batinnya, terutama karena ia telah mengorbankan karier panggungnya demi mengejar mimpinya di bidang desainer grafis.
"Dulu sendiri pun demi mengejar cita-cita itu, aku menolak perpanjangan kontrak. Aku bilang aku pengen kuliah, aku enggak pengen selamanya mengandalkan dunia entertain...
Aku pengen jadi seorang misioner grafis. Dan akhirnya kembali semuanya itu harus aku relain dengan tidak berfungsinya mata yang sebelah kiri."
Veri mengaku bahwa mata kirinya tak bisa menangkap obyek dengan jelas.
Kondisi itu ditambah dengan adanya silinder pada kedua mata.
"Sebelah kiri sekarang burem banget," ucapnya.
Baca juga: Mawar AFI Diselingkuhi, Ini Kabar Veri AFI yang Dulu Dikabarkan Pernah Saling Dekat di Masa Muda
Kehilangan penglihatan pada satu matanya ternyata berdampak pada kesehatan Veri secara keseluruhan.
Pandangan yang buram dan keterbatasan fisik tersebut memicu depresi dan kecemasan (anxiety) yang hebat, hingga ia sempat mengalami fase tidak bisa masuk makanan sama sekali.
Vonis dokter menyatakan bahwa retina mata kirinya sudah rusak secara permanen.
"Kanan kiri ada silinder, plus, minusnya ada. Ditambah lagi mata kiri retinanya rusak," jelasnya.
Saat itu Veri yang memilih menjauh dan mengurung diri, hingga tak bisa makan selama tiga bulan.
"Dehidrasi parah," kata Veri.
Bahkan, kondisi tersebut sempat membuat bobot tubuh Veri semakin berubah tampak lebih kurus.
Kini, Veri kembal berjuang untuk beradaptasi dengan keterbatasan tersebut sambil mencoba menata kembali kesehatan mentalnya yang sempat hancur akibat kehilangan mata.
Sebagaimana diketahui, sosok Veri Affandi, yang dikenal sebagai Veri AFI, adalah juara pertama Akademi Fantasi Indosiar (AFI) musim pertama pada tahun 2003–2004.
Dalam grand final acara tersebut pada tahun 2004, Veri Affandi berhasil mengalahkan dua saingannya, yaitu Kia dan Mawar.
Kemenangan Veri Affandi dalam AFI 1 membuat namanya tiba-tiba populer dan sering muncul di berbagai panggung dan layar kaca.
Namun, seiring berjalannya waktu, karier Veri Affandi di dunia hiburan mulai meredup.
Meskipun begitu, dia masih sering tampil sebagai penyanyi dan menjadi pembawa acara.
(TribunNewsmaker.com/ TribunSumsel)