4 Serangan Rismon Sianipar Usai Dapat SP3, Ragukan Kepakaran Roy Suryo dan Tuding Kebohongan Publik
Musahadah April 18, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Rismon Sianipar resmi menerima salinan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo dari penyidik Polda Metro Jaya.

Itu artinya, status Rismon kini bukan lagi tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penerbitan SP3 ini setelah ada upaya jalur damai atau restorative justice (keadilan restoratif) antara pelapor dan terlapor.

"Penyidikan terhadap ES, DHL, dan RHS dihentikan melalui mekanisme keadilan restoratif," kata Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).

Berikut pernyataan Rismon setelah kasusnya dihentikan:

Baca juga: Imbas Rismon Sianipar Mau Jadi Saksi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Siap Laporkan Gelar Palsunya

1. Sindir Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Bisa Tidur Nyenyak

Setelah menerima salinan SP3 kasus ijazah Jokowi, Rismon mengaku bisa tidur nyenyak.

Bahkan Rismon mengaku ia sebenarnya sudah bisa tidur nyenyak sejak menemui Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu.

Menurut Rismon, kini yang tidak bisa tidur nyenyak adalah kubu Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa. Pasalnya mereka masih meyakini bahwa ijazah Jokowi palsu.

"Sejak bertemu dengan keluarga Pak Jokowi dan Mas Gibran ya sudah tidur nyenyak, yang enggak tidur (nyenyak) kan yang di sono," kata Rismon di Jakarta, Jumat (17/4/2026), dilansir Kompas TV.

Rismon kemudian memberikan apresiasi atas kinerja dari Polda Metro Jaya.

"Terus saya juga mengapresiasi ya kinerja dari dari  Kepolisian, Polda Metro Jaya. Jadi tidak ada inisiatif apapun ya, saya bercerita tentang temuan saya kepada penyidik," imbuh Rismon.

2. Sebut Ada Pihak yang Inginkan Duit

Rismon kemudian meminta agar SP3 kasus ijazah Jokowi yang ia terima ini tidak digiring pada narasi adanya faktor uang dibalik ini semua.

"Jadi semua ini jangan digiring bahwa ada faktor duit, faktor apapun. Kalau ada yang berpikir seperti itu, berarti dialah yang menginginkan duit itu. Itu saja. Mereka sajalah yang memikirkan duit itu."

"Karena apa? Seperti kemarin yang saya jelaskan bahwa orang minta maaf seharusnya yang membayar ganti rugi itu pihak yang meminta maaf. Logikanya jangan jongkok itu ya," tegas Rismon.

Selanjutnya Rismon tak ingin ada lagi isu-isu liar yang berkembang di masyarakat terkait SP3 kasus ijazah Jokowi yang ia terima ini.

"Nah, kita selesaikan aja isu liar itu ada di situ," ungkap Rismon.

3. Ragukan kepakaran Roy Suryo 

Rismon Sianipar menanggapi klaim Roy Suryo bahwa ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) 99,9 persen palsu.

Rismon lantas menyinggung latar belakang Roy Suryo yang selama ini mengaku sebagai seorang peneliti.

 Padahal, menurut Rismon, Roy Suryo tidak pernah mempelajari mata kuliah yang berkaitan dengan penelitian forensik digital untuk digunakan meneliti keaslian ijazah Jokowi.

"Artinya gini, kalian mau enggak ada orang yang mengaku, mengklaim, mengetahui, menjadi pakar di bidang sesuatu, tapi sebenarnya dia satu mata kuliah pun tentang itu dia tidak pernah menempuh."

"Nanti ada lagi orang semacam dia buat keributan-keributan lain. Media mungkin senang, tapi apakah ini senang untuk negara kita?"

"Ya, jadi bukan melawan, tetapi saya akan membantu pihak kejaksaan untuk menelanjangi siapa sebenarnya Roy Suryo itu. Ya, jadi sebenarnya tanpa saya pun gampang, tanpa saya," kata Rismon dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Kompas TV, Jumat (17/4/2026).

4. Sebut Kebohongan Publik Roy Suryo

SEGERA TERBIT - Penggugat ijazah mantan presiden Jokowi, Rismon Sianipar, saat melakukan podcast bersama TribunSolo.com, Jumat (13/6/2025). SP3 Rismon Sianipar diragukan kubu Roy Suryo Cs. Tapi Relawan Jokowi yakin SP3 Rismon segera terbit.
SEGERA TERBIT - Penggugat ijazah mantan presiden Jokowi, Rismon Sianipar, saat melakukan podcast bersama TribunSolo.com, Jumat (13/6/2025). SP3 Rismon Sianipar diragukan kubu Roy Suryo Cs. Tapi Relawan Jokowi yakin SP3 Rismon segera terbit. (Tribun Solo)

Rismon Singgung Tulisan Roy Suryo dalam Buku Jokowi's White Paper 
Rismon lantas menyinggung tulisan Roy Suryo dalam buku Jokowi's White Paper yang hanya setebal 49 halaman, berbeda dengan tulisan Rismon yang setebal 486 halaman.

Menurut Rismon, tulisan yang diakui Roy Suryo sebagai hasil penelitiannya tentang ijazah Jokowi itu tidak ilmiah.

Termasuk juga soal klaim Roy Suryo yang menyebut bahwa 99,9 persen ijazah Jokowi palsu.

Rismon menilai klaim Roy Suryo bahwa ijazah Jokowi 99,9 persen palsu itu hanyalah kebohongan belaka yang terus diulang-ulang.

"Kenapa saya bilang yang 49 halaman ini ya, kalian lihatlah ya enggak ada satupun yang ilmiah klaim bohong 99,9 persen palsu."

"Itu kan kebohongan yang terus diulang-ulang sehingga publik itu percaya oh Roy Suryo itu researcher, peneliti,"ungkap Rismon.

Bahkan, Rismon kini mempertanyakan klaim Roy Suryo yang selama ini mengaku sebagai peneliti.

Rismon juga meminta publik untuk mengecek kembali jejak digital Roy Suryo selama ini.

Keraguan ini diungkap Rismon karena ia tak ingin publik mempercayai pendapat pakar yang masih belum jelas latar belakangnya.

"Sejak kapan sih dia mengklaim dirinya peneliti sebelum kasus ini? Coba lihat jejak digitalnya. Ya, jangan sampai publik percaya 99,9 persen itu palsu dan dipercaya itu keluar dari pendapat pakar."

"Sementara si pakar (Roy Suryo) yang mengaku pakar ini, ngambil mata kuliah dasar, tingkat mata kuliah aja ya, tentang integral, diferensial, dan lainnya yang dasar saja itu enggak tahu, enggak pernah. Padahal itu terimplementasi dalam ilmu digital image processing," tegas Rismon.

Rismon merasa selama ini Roy Suryo selalu menghindar ketika ditanya tentang hasil penelitiannya yang tertuang dalam Jokowi's White Paper.

"Makanya ketika kalian tanya tentang 49 halaman dia pasti menghindar. Tapi kan bukan begitu caranya nanti di pengadilan dibandingkan berapa halaman?"

"Jadi bukan begitu nanti di pengadilan memang dia bisa menghindar dengan segala macam tuduhannya. Dia akan dicecar gitu loh," imbuh Rismon.

Rismon kembali menegaskan bahwa klaim Roy Suryo soal ijazah Jokowi 99,9 persen palsu itu hanyalah pembohongan publik yang terus diulang.

"Oleh karena itu pembohongan publik yang terus diulang-ulang seolah-olah dia dewa yang tidak pernah salah. Ya, sekali lagi saya ungkapkan dia dewa yang tidak pernah salah. Pakar yang paling pakar se-Indonesia ya. Dan itu dipercaya publik."

"Menurut kalian benar enggak seperti itu? Kita bukan masalah benci atau tidak benci, tetapi tempatkan hasil penelitian itu di ruang penelitian. Siap enggak?" tutur Rismon.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.