Renungan Harian Kristen 19 April 2026 - Iman yang Rasional
Suci Rahayu PK April 18, 2026 07:11 PM

Renungan Harian Kristen 19 April 2026 - Iman yang Rasional

Bacaan ayat: Yohanes 20:25 (TB)  Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Sejak revolusi industri, kemajuan teknologi berkembang sangat signifikan. Kemajuan tersebut berpengaruh pada hampir segala bidang kehidupan, termasuk kehidupan beriman. 

Orang-orang tidak mau percaya begitu saja pada klaim iman tanpa menemukan bukti empiris yang menyertainya.

Hal-hal yang terkait dengan kehidupan beriman mulai digugat kebenarannya dengan berbagai macam cara.

Standar operasional menemukan kebenaran dibuat sedemikian rupa, agar tidak sembarangan orang mengklaim kebenaran tanpa menyertakan bukti empirisnya.

Alkitab pun tidak luput dari berbagai study penelitian. Berbagai kritik dilontarkan untuk dijawab. 

Ajaibnya, seiring perkembangan teknologi, akurasi isi Alkitab justru semakin valid, sesuai dengan fakta sejarah yang pernah terjadi. 

Bisa jadi Tomas mewakili pikiran modern dalam hal bersikap kritis.

 Ia tidak mau percaya begitu saja kepada rekan sejawatnya yang membawa kabar bahwa mereka telah melihat Yesus yang bangkit. Sebuah pemikiran yang cerdas ketika Tomas menuntut bukti.

 Bukti yang tidak mungkin bisa dipalsukan yaitu tentang bekas luka di tangan dan lambung-Nya.

Baginya teman adalah teman, tapi dalam hal urusan kebenaran, pertemanan tidak bisa dijadikan jaminan. 

Inilah yang membuatnya bersikeras, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 

Mungkin ini terkesan mengeraskan diri. Namun dibalik pilihan sikap ini terkandung sikap kritis bahwa kehidupan beriman itu harus nyata.

Hidup beriman itu harus realistis dan bersentuhan langsung dengan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Tomas tampil mewakili budaya modern. Kemajuan teknologi yang semakin pesat, semakin menggeser kehidupan beriman, jika iman tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Beruntungnya iman Kristen tampil sebagai fakta sejarah yang dapat diselidiki kebenarannya. 

Terlalu banyak fakta terungkap yang semakin membuktikan bahwa Yesus yang kita percaya sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah tokoh sejarah yang nyata pada zaman-Nya. 

Berbagai penemuan arkeologi semakin memperkuat bukti bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Pilihan ada pada kita: percaya dan diselamatkan, atau tidak percaya dan binasa! Amin.

    Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.