TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Stok BBM jenis Pertamax Turbo terpantau kosong di SPBU 34-16513 yang berada di Jalan Raya Pondok Petir, Depok, Jawa Barat.
Kekosongan stok Pertamax Turbo justru terjadi usai PT Pertamina mengumumkan kenaikan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Turbo, pada hari ini Sabtu (18/4/2026).
Pantauan wartawan Tribunnews.com Chaerul Umam di SPBU Pondok Petir, pada hari ini Sabtu, sekira pukul 12.54 WIB, stok Pertamax Turbo di stasiun pengisian BBM tersebut kosong.
Hal itu diungkapkan Puspitasari, pegawai SPBU Pondok Petir tersebut saat berbincang dengan Tribunnews.
"Kalau Pertamax Turbo enggak ada (stok)," ungkapnya.
Puspitsari mengatakan, kekosongan Pertamax Turbo sudah terjadi kurang lebih seminggu.
Namun, dikatakannya BBM jenis tersebut kini sedang dalam pengiriman.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Begini Pantauan Tiga SPBU di Tangsel Hingga Depok
"Udah hampir seminggu kosong, tapi ini lagi pengiriman," ujarnya.
Kondisi berbeda tampak terjadi di SPBU bernomor 34.165.15 Bojongsari Lama, Depok, Jawa Barat dan SPBU bernomor 34.15417, yang berada di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.
Di mana, stok SPBU jenis Pertamax Turbo di kedua SPBU tersebut justru masih ada.
"Ada banyak (stok Pertamax Turbo) kalau di sini," ujar seorang karyawan di SPBU Bojongsari Lama.
Seperti diumumkan di website resmi Pertamina, harga BBM Pertamax Turbo dijual dengan harga Rp19.400-Rp20.250 perliter, harga berbeda di masing-masing provinsi.
Sebagai perbandingan pada 1 Maret 2026 lalu, harga BBM Pertamax Turbo hanya masih di harga Rp13.100 perliter.
Kenaikan harga BBM Pertamina juga terjadi untuk BBM Dexlite yang kini dijual Rp23.600-Rp24.650 perliter yang dimana pada tanggal 1 Maret 2026 kemarin harganya masih Rp14.200 per liter.
Sementara harga BBM jenis Pertamina Dex juga naik dan kini dibanderol dengan harga Rp22.700-Rp24.950 per liter
Pada 1 Maret 2026 lalu harga BBM ini berkisar di Rp13.800-Rp15.100 per liter, harga berbeda tergantung dengan provinsi masing-masing.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai terasa di sejumlah SPBU di Bandung. Penyesuaian harga ini berlaku sejak Sabtu (18/4/2026) dan langsung berdampak pada konsumen.
Berdasarkan pantauan di SPBU, kondisi di lapangan terpantau tetap normal.
Aktivitas pengisian BBM di sejumlah SPBU masih berjalan lancar.
Hal serupa juga terlihat di SPBU lain di Bandung.
Tidak tampak antrean panjang, dan arus kendaraan tetap mengalir seperti biasa.
Namun, kenaikan harga ini mulai dikeluhkan masyarakat.
Sejumlah warga menilai kebijakan tersebut dilakukan secara mendadak.
Ilyasa, seorang karyawan swasta, mengaku terbebani karena harus menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer setiap hari.
Ia menyayangkan kurangnya konsistensi informasi terkait kenaikan harga BBM.
Keluhan serupa disampaikan Ishaq, warga Kiaracondong. Ia menilai kenaikan ini bisa dipahami, namun pemerintah dinilai kurang transparan dalam menyampaikan kebijakan.
Di sisi lain, warga lain seperti Dio dan Madya menilai kenaikan BBM berpotensi menekan ekonomi masyarakat.
Mereka juga menyoroti keterbatasan transportasi umum yang membuat kendaraan pribadi tetap menjadi pilihan utama.