Legislator Golkar Tolitoli Desak Pemkab Revitalisasi Balai Benih dan Kebijakan Perbenihan
mahyuddin April 18, 2026 05:29 PM

TRIBUNPALU.COM, TOLITOLI - Legislator Golkar Jemi Yusuf menyebut sektor pertanian di Kabupaten Tolitoli menghadapi tantangan serius dalam upaya peningkatan produksi padi sawah.

Menurut Jemi, rendahnya ketersediaan benih unggul bersertifikat serta tidak berfungsinya infrastruktur balai benih menjadi hambatan utama yang perlu segera diintervensi melalui kebijakan program dan anggaran yang kuat.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tolitoli, ketersediaan benih pada Musim Tanam (MT) Oktober-Maret (Okmar) 2025/2026 hanya sebesar 3,5 ton. 

Jumlah itu diproyeksikan hanya mampu mencakup lahan seluas 1.750 hektare.

Angka tersebut menunjukkan kesenjangan yang lebar, karena ketersediaan benih hanya mampu memenuhi sekitar 15 hingga 20 persen dari total luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Tolitoli yang mencapai 9.165 hektare, sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 2 tahun 2022.

"Akar masalah rendahnya penggunaan benih bersertifikat di Tolitoli akibat mandeknya operasional Balai Benih yang tersebar di beberapa titik strategis, seperti di Desa Dongko Dampal Selatan dan wilayah Kecamatan Dondo," ujar Jemi Yusuf.

Baca juga: Potret Pendidikan di Dadakitan Tolitoli: Ayah Gendong Anak Lintasi Arus Sungai

Ketua Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Tolitoli itu berharap, hasil Evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2025 dapat melahirkan rekomendasi konkret.

Fokus utamanya adalah mendorong kebijakan perbenihan yang komprehensif guna mendongkrak produktivitas lahan yang saat ini masih stagnan di angka 4 hingga 5 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

Kepala Bidang TP Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tolitoli Masdar Dg Silasa menekankan, penggunaan benih unggul merupakan kunci utama transformasi pertanian daerah.

"Peningkatan penggunaan benih unggul bersertifikat diproyeksikan mampu meningkatkan produksi padi sawah hingga 60 persen. Ini adalah lompatan besar jika didukung dengan ketersediaan sarana yang memadai," ujar Masdar.

Diketahui, produktivitas padi di Sulawesi Tengah secara umum berada pada rata-rata 4,8 hingga 5,2 ton per hektare.

Jika Tolitoli mampu mengoptimalkan penggunaan benih unggul, maka angka 4-5 ton GKP saat ini dapat ditingkatkan melampaui rata-rata provinsi, sekaligus memperkuat posisi Tolitoli sebagai lumbung pangan di bagian utara Sulawesi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.