Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Ciamis mulai menetapkan status siaga satu jelang pemberangkatan calon jemaah haji tahun 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan optimal hingga ke embarkasi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, H. Nana Supriatna, mengatakan kesiapan tersebut diperkuat dengan terbitnya Surat Keputusan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) oleh Bupati Ciamis, serta dukungan dari unsur Forkopimda.
“Pak Bupati berpesan agar pelayanan terus ditingkatkan. Walaupun urusan haji ini kadang sulit diprediksi, tapi ini jadi tantangan bagi kami untuk bekerja maksimal secara bersama-sama,” ujar Nana, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan jumlah jemaah asal Ciamis yang akan berangkat tahun ini mencapai 856 orang.
Baca juga: Jadwal Keberangkatan Kloter Pertama Jemaah Haji Asal Indramayu, Pekan Depan Terbang
Mereka terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 15 sebanyak 445 orang dan kloter 31 sebanyak 417 orang.
Untuk jadwal keberangkatan, kloter 15 direncanakan berangkat pada 2 Mei 2026, sedangkan kloter 31 dijadwalkan menyusul pada 14 Mei 2026 melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Sebelum terbang, seluruh jemaah akan terlebih dahulu menjalani masa karantina di Asrama Haji Lohbener, Indramayu, sesuai dengan standar operasional prosedur dari pemerintah pusat.
“Siaga satu ini artinya kami siap bekerja kapan pun. Sesuai arahan Inspektur Jenderal Haji, pelayanan kepada tamu Allah harus maksimal tanpa mengenal waktu,” tegasnya.
Selain kesiapan teknis, Nana juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan.
Ia menyarankan agar jemaah tetap melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki, namun tetap berhati-hati agar tidak mengalami cedera.
Baca juga: BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan Bikin Warga Kota Bandung Kaget, Kini Pilih Beralih: Ya Mikir Lagi
“Fokus pada kesehatan dan pola makan. Hindari aktivitas yang berisiko. Kita ingin semua jemaah berangkat dalam kondisi sehat tanpa ada yang tertunda,” katanya.
Sementara itu, terkait kondisi di Arab Saudi, Nana menyebut cuaca diperkirakan tidak sepanas tahun sebelumnya.
“Informasinya cuaca di sana tidak terlalu ekstrem seperti tahun lalu karena masih masuk musim dingin. Mudah-mudahan ini membantu jemaah dalam beribadah,” katanya. (*)