SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Di sepanjang aliran sungai-sungai besar Sumatera, berdiri dua kota yang menjadi saksi bisu kejayaan nusantara yakni Palembang dan Jambi.
Keduanya bukan sekadar titik koordinat di peta, melainkan simbol peradaban yang tumbuh dari rahim budaya sungai.
Namun, di panggung modernitas tahun 2026 ini, kota manakah yang tampil lebih sejahtera dan inovatif?
Baca juga: Palembang vs Medan: Menakar Kesejahteraan di Antara Kota Tertua dan Sang Gerbang Barat
Sebagai ibu kota Provinsi Jambi, kota ini berdiri megah di pesisir timur Pulau Sumatera.
Dijuluki sebagai "Bumi Melayu", Jambi adalah tempat di mana tradisi dan adat istiadat terasa begitu kental dalam setiap sendi kehidupan masyarakatnya.
Kota ini memiliki karakter unik karena dibelah oleh Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Sumatera yang menjadi urat nadi ekonomi sejak zaman dahulu.
Geliat kemajuan di Jambi pun tak bisa dipandang sebelah mata.
Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025, Jambi berhasil mencatatkan angka 82,32.
Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warganya.
Dalam hal kemajuan inovasi, Jambi meraih skor Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) sebesar 4,06.
Sebuah raihan yang mengukuhkan posisi Jambi sebagai pusat pertumbuhan baru yang potensial di wilayah timur Sumatera.
Beranjak sedikit ke selatan, kita disambut oleh Palembang, Sang Kota Tertua di Indonesia yang telah eksis sejak Juni 682 Masehi.
Kota yang sering dijuluki "Venesia dari Timur" ini merupakan bukti nyata bahwa sejarah ribuan tahun Bumi Sriwijaya mampu berjalan beriringan dengan derap modernitas.
Meski berusia sangat tua, Palembang terbukti masih memiliki "taring" dalam urusan kesejahteraan.
Data IPM 2025 menunjukkan Palembang unggul tipis dengan skor 83,27.
Pencapaian ini menempatkan Palembang pada level kualitas hidup yang bersaing ketat dengan kota-kota metropolitan besar lainnya di Indonesia.
Tak hanya itu, dalam urusan inovasi dan kemandirian, Palembang mencatatkan skor IDSD yang cukup tinggi yakni 4,23.
Skor ini menunjukkan bahwa sang kota tertua terus melakukan akselerasi, membuktikan bahwa usia hanyalah angka dalam hal transformasi digital dan pelayanan publik.
Jika membandingkan keduanya di atas kertas, Palembang saat ini memimpin tipis baik dari sisi kualitas sumber daya manusia (IPM) maupun daya saing daerah (IDSD).
Namun, Jambi membayangi dengan pertumbuhan yang stabil dan karakter budaya yang kuat.