- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menjelaskan konteks ceramahnya yang viral dan diduga bermuatan penistaan agama.
Dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, ia menegaskan ceramah tersebut merujuk pada konflik Ambon dan Poso, serta tidak membahas dogma atau ideologi agama.
Ceramah itu sendiri disampaikan pada (5/3/2026) di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada.
Menurut JK, pernyataannya justru mengkritik pihak-pihak yang membenarkan kekerasan atas nama agama, karena tindakan tersebut tidak diajarkan dalam Islam maupun Kristen.
Ia menegaskan ucapannya hanya menggambarkan realitas konflik, bukan untuk menggeneralisasi ajaran agama tertentu.