Warga Kabupaten Pangandaran Berduka, Tokoh Masyarakat Dadang Okta Tutup Usia
Kemal Setia Permana April 18, 2026 08:11 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN -  Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kabar duka menyelimuti masyarakat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 

Seorang tokoh masyarakat, Dadang Solihat atau akrab disapa Dadang Okta, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dadang menembuskan napas terakhirnya di sebuah klinik di wilayah Kondangjajar setelah sebelumnya dikabarkan mengalami gangguan jantung. 

Kepergian sosok yang dikenal ramah dan dekat dengan masyarakat ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat luas di Pangandaran.

"Dadakan tadi jam 3 meninggal di klinik di Kondangjajar," ujar Denis, mantan ajudan almarhum dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Sabtu sore.

Kabar duka tersebut juga dibenarkan oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Pangandaran, Otang Tarlian. Ia menyampaikan, Dadang meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dideritanya.

Baca juga: Jawaban Wali Kota Cirebon yang Dilaporkan ke Polisi Soal Rel KA Kuno: Bukan Cagar Budaya

"Ya, meninggal. Tadi penyakit jantung," kata Otang.

Dadang Okta lahir di Cijulang pada 20 Juli 1973. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pemerintahan. 

Sebelum terjun ke kontestasi politik, ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran.

Pada Pilkada 2024 lalu, Dadang sempat mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Pangandaran berpasangan dengan Ujang Endin Indrawan. 

Ia diusung oleh sejumlah partai politik, di antaranya PKB dan Gerindra. Meski tidak terpilih, kiprah dan dedikasinya untuk daerah tetap dikenang masyarakat.

Kepergian Dadang terasa begitu mendadak. Banyak warga mengaku tidak menyangka, mengingat sosoknya dikenal aktif, hangat, dan mudah bergaul dengan siapa saja. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.