HST Komitmen Hapus Praktik Pasung ODGJ,  Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Hari Widodo April 18, 2026 08:42 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Komitmen Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dalam menghapus praktik pasung terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terus diperkuat. 

Melalui sinergi lintas sektor, langkah nyata dilakukan dengan melakukan pembebasan pasung sekaligus penanganan terpadu seorang ODGJ,  sabtu, (18/04/2026).

Tak sekadar melepas belenggu, upaya ini juga menyasar penanganan menyeluruh.

Tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial bergerak melakukan evakuasi, pemeriksaan kondisi kesehatan, hingga memastikan pasien mendapatkan rujukan ke fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Baca juga: Sidang Lanjutan Korupsi Budidaya Pisang Cavendish HST, Penasehat Hukum Minta Hakim Kabulkan Pledoi

Sekretaris Dinas Kesehatan HST, H. Sakdillah, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan pasung yang selama ini masih terjadi di masyarakat.

“Ini bukan hanya soal pembebasan, tapi bagaimana memastikan mereka mendapatkan perawatan medis dan rehabilitasi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, berbagai pihak dilibatkan, termasuk Sentra Budi Luhur Banjarbaru serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Ilung dan Puskesmas Hantakan. 

Keterlibatan ini menjadi bukti bahwa penanganan ODGJ tidak bisa dilakukan secara parsial.

Setelah dibebaskan, para ODGJ akan mendapatkan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) guna membantu proses pemulihan, baik dari sisi kesehatan maupun kemampuan bersosialisasi.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.

Stigma negatif yang masih melekat dinilai menjadi salah satu hambatan terbesar dalam proses pemulihan.

Baca juga: 332 Calon Jemaah Haji HST Siap Berangkat, 60 Di Antaranya Masuk Kategori Resiko Tinggi

“Perlu kepedulian bersama agar mereka bisa kembali hidup layak dan diterima di tengah masyarakat,” tambahnya.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap program nasional Indonesia Bebas Pasung, dengan harapan praktik serupa tidak lagi ditemukan di wilayah Hulu Sungai Tengah. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.