Mayang Sempat Larang Berenang Sebelum 2 Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang
afrizal April 18, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG– Peristiwa hanyutnya dua bocah di kawasan Pantai Ujung Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026), turut disaksikan oleh warga setempat, Mayang.

Pantai Ujung Karang berada di pusat Kota Padang, di belakang kampus Universitas Bung Hatta. 

Mayang menceritakan, sebelum kejadian, dirinya sempat melihat enam orang anak berada di lokasi pantai. 

Dua orang berada di pinggir, sementara empat lainnya berada di bagian tengah laut.

Baca juga: 2 Anak Tenggelam di Ulak Karang, SAR Minta Warga Tak Turun ke Laut Malam Hari

“Awalnya saya melihat ada dua anak di pinggir dan empat di tengah. Tiba-tiba saya mendengar teriakan minta tolong, lalu saya lihat ke arah pantai, ternyata ada yang hanyut,” ujarnya.

Pegangan Terlepas Akibat Ombak

Berdasarkan informasi dari teman korban, dua anak yang pertama kali hanyut adalah Rasyid dan seorang lainnya yang akrab disapa Popo.

Mayang menyebut, saat kejadian sempat ada upaya penyelamatan oleh salah seorang teman korban bernama Naufal. 

Namun usaha tersebut gagal akibat kuatnya ombak.

“Saya lihat Naufal sempat menarik temannya yang hanyut, tapi karena ombak besar, pegangannya terlepas. Akhirnya mereka terpisah, satu ke arah pantai, satu lagi ke arah laut,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Mayang langsung berupaya mencari pertolongan. 

Ia berlari menuju arah kampus dan meminta bantuan kepada petugas keamanan yang ditemuinya.

“Saya sempat ke kampus, ketemu satpam yang sedang makan, lalu dia langsung meninggalkan makanannya dan menuju ke pantai,” katanya.

Baca juga: Breaking News 2 Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belakang Kampus Bung Hatta

Pinjam Ban Bekas untuk Evakuasi

Tak berhenti di situ, Mayang juga berusaha mencari alat bantu untuk evakuasi. 

Ia menuju kawasan pintu muara dan meminta bantuan nelayan yang baru pulang melaut untuk meminjam pelampung dari ban bekas.

Namun saat kembali ke lokasi, para korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.

“Waktu saya kembali, anak-anak yang hanyut sudah tidak nampak. Teman-temannya juga sudah tidak ada di lokasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelumnya dirinya bersama beberapa warga juga sempat berinisiatif melakukan penyelamatan.

Bahkan ada dua pemuda yang mencoba menuju ke tengah laut, namun terhambat karena kondisi karang yang melukai kaki.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.49 WIB. 

Saat itu, menurut Mayang, kondisi pantai relatif sepi dan tidak ada pengawasan.

“Saya sebenarnya sudah heran melihat mereka berenang di sana. Saya sempat melarang dan menyuruh mereka naik, tapi tidak dihiraukan. Tidak lama setelah itu, mereka hanyut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa dua anak yang dilaporkan tenggelam masing-masing bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), warga Kelurahan Gunung Pangilun.

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat enam anak berenang di lokasi dengan kondisi ombak yang tidak bersahabat serta air yang keruh.

“Empat anak berada di tengah dan berusaha kembali ke pinggir. Namun dua anak diduga terseret ombak dan hilang,” kata Hendri.

Masih Ada Warga Bertahan 

Sejumlah warga masih bertahan di Pantai Ujung Karang, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, sesaat setelah proses pencarian dua bocah tenggelam dihentikan. 

SAR Gabungan resmi menghentikan pencarian dua bocah tenggelam di Pantai Ujung Karang pukul 18.00 WIB. 

Tim yang menggunakan dua perahu karet dengan total personel 16 orang sudah ditarik ke darat sebelum Magrib. 

Namun, hingga pukul 18.37 WIB, terlihat masih banyak warga yang bertahan di lokasi.  

Baca juga: Pencarian 2 Bocah Hanyut di Pantai Belakang Kampus Bung Hatta Dihentikan Sementara 

Komandan Regu (Danru) Kantor SAR Kelas A Padang, Tri Desyu mengatakan bahwa pencarian dua bocah hanyut saat malam hari ditiadakan.

Hal itu kata Tri Desyu , mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tidak membolehkan pencarian langsung saat malam hari.

"Pencarian kita tiadakan, karena SOP kita menyangkut pencarian dan risiko," ucap Tri Desyu  di lokasi.

Akan tetapi, pemantauan secara langsung oleh masyarakat di lokasi hilangnya korban diperbolehkan.

Namun, Desyu memperingatkan warga jangan turun ke laut dan tidak boleh kontak secara langsung dengan laut yang menjadi lokasi hilangnya korban.

"Pemantauan hanya boleh menggunakan pencahayaan, tapi jangan kontak dengan air," tegasnya.

Pencarian Dilanjutkan Minggu Pagi

Pencarian dilanjutkan pada Minggu (19/4/2026) pagi hari, sebab pada pencarian pertama hasilnya nihil atau tidak ditemukan.

Proses pencarian korban tenggelam di hari pertama melibatkan banyak pihak. 

Tim SAR kelas A Padang dibantu kepolisian, PMI, dubalang dan relawan kemanusian lainnya. 

Dengan usaha pencarian yang telah dilakukan sejak pihaknya sampai di lokasi korban hanyut sekira pukul 13:20 WIB, akhirnya dihentikan pukul 18:00 WIB.

"Pada pukul 18:00 WIB tim gabungan sudah kita tarik ke darat, sebelumnya perahu karet yang kita gunakan dua unit, dengan total personel 16 orang" terangnya.

Penyisiran juga dilakukan di pinggir pantai, di lokasi tenggelamnya korban dan menggali informasi dari saksi mata dan masyarakat di sekita pantai.

"Pencarian kita lanjutkan besok, sekira pukul 07:30 WIB," pungkasnya.

Korban Warga Gunung Pangilun

Dua orang anak dilaporkan tenggelam saat berenang di kawasan Pantai Ujung Karang, tepatnya di belakang Kampus Bung Hatta, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (18/4/2026) siang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.40 WIB.

“Dilaporkan dua orang anak tenggelam di kawasan Ujung Karang. Saat ini korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” ujar Hendri.

Baca juga: Breaking News: Mobil Avanza Masuk Jurang di Lembah Anai, Korban Dievakuasi ke RS Padang PanjangIa menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui berjumlah dua orang, yakni Rasyid (8) serta Zafran Al Malik Akbar (9) yang merupakan warga Kelurahan Gunung Pangilun.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.