TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah nasib polisi dan ASN yang digerebek keluarga saat selingkuh,
Polisi yang digerebek saat selingkuh itu berinisial DEP, sedangkan si wanita berinisial AN.
AN disebut-sebut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerjan (P3K) paruh waktu yang bertugas di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Nganjuk.
Baca juga: PENYEBAB Sebenarnya Boiyen Ceraikan Rully Usai Dua Bulan Nikah, Kecewa bak tak Dianggap Pasangan
Mengenai hal tersebut, Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani, memberikan respons.
Pihaknya akan memastikan kebenaran bila AN merupakan pegawai di Disnaker.
"Coba kami pastikan, apakah itu benar yang dimaksud pegawai di Disnaker," katanya.
Baca juga: MOTIF Nenek Nekat Aniaya Cucu Balitanya, Dua Kakak Korban Juga Pernah Disiksa Pelaku
Apabila terbukti benar, pihaknya akan mengambil langkah sesuai prosedur yang ada.
Disinggung ihwal sanksi, dia menjawab, pihaknya akan mengikuti mekanisme dan prosedur kepegawaian yang berlaku.
Selain itu, keputusan lebih lanjut bakal diambil setelah dilakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.
"Nanti kita ikuti prosedur kepegawaian. Tentunya, kami punya tindakan untuk pembinaan dulu. Nanti kami sesuaikan dengan prosedur kepegawaian yang berlaku seperti apa," jelasnya.
DEP dan AN kedapatan berduaan di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di kawasan Perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Blok L Nomor 1, Jalan Serayu, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk.
Cinta terlarang ini terendus oleh pihak keluarga dan lantas menggerebeknya.
Di lokasi, pihak keluarga memekik meminta DEP dan AN untuk keluar rumah.
Namun, perintah tersebut tak dihiraukan oleh keduanya.
Baca juga: Lirik Lagu Karo Murahensa yang Dipopulerkan oleh Antha Pryma Ginting
Aksi ini pun mengundang perhatian warga.
Para warga berbondong-bondong keluar rumah.
Ketua RT 3 RW 5 perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Kartoyo, membenarkan hal ini.
Penggerebekan dilakukan pihak keluarga pada pada Jumat (17/4/2026), sekitar pukul 14.30 WIB.
"Saya dilapori oleh pihak keluarga terkait penggerebekan dugaan perselingkuhan ini," katanya, kepada TribunJatim.com.
"Saya pun ke lokasi rumah kontrakan, diikuti warga lain karena situasinya gaduh. Keduanya sudah diminta keluar, tapi diabaikan," imbuhnya.
Warga sempat emosi atas kelakuan DEP dan AN.
Warga meluapkan amarahnya dengan menggores bodi mobil Honda Jazz abu-abu yang terparkir di depan rumah kontrakan menggunakan benda tumpul serta menggembosi bannya.
Mobil tersebut ditengarai milik oknum polisi.
"Pihak keluarga juga menggeber kendaraan pribadi yang dibawa supaya keduanya keluar," ujar Kartoyo.
Kartoyo melanjutkan, tak lama, pihak kepolisian mendatangi rumah kontrakan.
Kemungkinan, pihak keluarga memberi informasi ini kepada Polres Nganjuk.
Sebab, mereka mengetahui DEP anggota aktif Polres Nganjuk.
"Pihak kepolisian banyak yang datang. Setelah itu, keduanya keluar dan dibawa menggunakan mobil Patwal," ujarnya.
Tatkala menuju mobil Patwal, warga mencemooh DEP dan AN.
Mereka kepalang geram, karena keduanya sudah mencemari perumahan dengan perbuatan tercela.
"Dua-duanya sering di rumah ini, biasanya datang pada sore hari," ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
(*/ Tribun-medan.com)