Benarkah Pola Makan Sehat Bisa Cegah Semua Kanker? Ini Penjelasan Ahli Gizi
Wahyu Gilang Putranto April 19, 2026 01:38 AM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pola makan sehat sering dianggap sebagai “tameng utama” untuk mencegah kanker. 

Mulai dari memperbanyak sayur, menghindari makanan olahan, hingga menjaga berat badan ideal.

Namun, menurut Principal Ahli Gizi di Parkway Cancer Centre, Gerard Wong, anggapan bahwa semua kanker bisa dicegah dengan diet sehat adalah pemahaman yang kurang tepat.

“Saya pikir beberapa jenis kanker tertentu, Anda tahu, ada pengaruh pola makan, dan beberapa jenis kanker lainnya tidak,” ujarnya dalam Forum Onkologi Lessons for Life 2026: Cancer Care Conversations IHH Healthcare Singapore yang juga diselenggarakan secara daring, Sabtu (18/4/2026).

Pernyataan ini menegaskan bahwa hubungan antara makanan dan kanker tidak bersifat universal. 

Artinya, tidak semua jenis kanker memiliki keterkaitan kuat dengan pola makan.

Gerard menjelaskan, salah satu contoh kanker yang cukup dipengaruhi oleh pola makan adalah kanker kolorektal. 

Dalam kasus ini, perubahan gaya hidup bisa memberikan dampak nyata terhadap penurunan risiko.

“Katakanlah, misalnya, kita menemukan bahwa mereka memiliki kecenderungan terkena kanker kolorektal, misalnya. Kemudian kita tahu bahwa, Anda tahu, mungkin mengurangi daging olahan mereka, Anda tahu, meningkatkan asupan serat, memastikan bahwa, Anda tahu, buang air besar yang baik, semua yang kita tahu berperan dalam mengurangi faktor risiko,” jelasnya.

Baca juga: Dari Riwayat Keluarga hingga Gaya Hidup, Ini 5 Sinyal Risiko Kanker yang Sering Diabaikan

Artinya, intervensi diet seperti mengurangi daging olahan dan meningkatkan konsumsi serat menjadi langkah konkret yang relevan.

Namun, kondisi ini berbeda pada jenis kanker lain yang lebih dipengaruhi faktor genetik.

“Sedangkan jika mereka memiliki kecenderungan genetik untuk kanker payudara, atau mungkin kanker hati atau kanker pankreas, mungkin ada sedikit modifikasi diet untuk menjegahnya,” katanya.

Dengan kata lain, meski pola makan tetap penting, dampaknya bisa jauh lebih kecil dibandingkan faktor genetik.

Gerard menekankan bahwa pendekatan pencegahan kanker harus spesifik, tidak bisa disamaratakan.

“Saya pikir jika, jika, seperti, jika mereka tahu bahwa ada kecenderungan terhadap kanker, itu tergantung pada lokasi kanker,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah terbaik adalah menyesuaikan pola makan dengan jenis risiko yang dimiliki.

“Dan kemudian kita bisa mengatakan, Anda tahu, jika ada elemen diet yang bisa kita lakukan untuk memodifikasi untuk membantu mencegahnya,” lanjutnya.

Jika tidak ada kaitan kuat dengan diet, maka peran pola makan dalam pencegahan bisa menjadi lebih terbatas.

Kesimpulannya, pola makan sehat tetap penting, tetapi tidak bisa dianggap sebagai solusi tunggal untuk semua jenis kanker. 

Pendekatan yang lebih tepat adalah memahami jenis kanker dan faktor risikonya, lalu menyesuaikan strategi pencegahan secara spesifik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.