Aksi Serentak IKATEMI, Kalibrasi Alat Kesehatan Demi Layanan Berkualitas
Ndaru Wijayanto April 18, 2026 09:29 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) menggelar aksi pengabdian masyarakat berupa pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan maternal-neonatal secara serentak di seluruh Indonesia, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini menargetkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai aksi pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan terbesar secara nasional.

Di Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Surabaya dengan total 153 alat tensimeter yang dikalibrasi oleh tenaga elektromedis dari dalam dan luar kota.

Ketua IKATEMI DPC Surabaya, Eko Dedi Prasetyo, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan secara serempak di berbagai daerah yang ada di seluruh indonesia.

“Tahun lalu ada sekitar 2.000 alat tensimeter yang dilakukan pemeliharaan secara nasional. Tahun ini targetnya sama untuk kembali meraih rekor MURI. Di Surabaya sendiri, kami menyumbang 153 Tensimeter dan 54 fetal doppler,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, proses kalibrasi satu alat tensimeter membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit. Sementara jika dilakukan pengecekan menyeluruh hingga analisis kerusakan, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 30 menit per alat.

IKATEMI merupakan organisasi profesi tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan dalam pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan memastikan alat kesehatan di fasilitas layanan seperti puskesmas tetap memenuhi standar dan layak digunakan untuk pasien.

Kepala Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surabaya, Ahadi Wahyu Hidayat, menegaskan pentingnya kalibrasi alat kesehatan sesuai regulasi pemerintah.

“Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 terkait dengan pelaksanaan Undang-Undang no 17 tahun 2023, diamanhkan bahwa alat kesehatan harus memenuhi tiga parameter utama, yaitu keamanan, kemanfaatan, dan mutu. Ini penting agar pelayanan kesehatan berkualitas bisa tercapai,” jelasnya.

Menurutnya, akurasi alat kesehatan sangat berpengaruh terhadap diagnosis dan tindakan medis, terutama pada layanan maternal dan neonatal.

“Misalnya tensimeter untuk ibu hamil. Jika hasilnya tidak akurat, maka bisa berdampak pada keputusan medis yang berisiko,” tambahnya.

Kegiatan ini mengusung tema “Alat Terawat dan Akurat, Ibu dan Bayi Selamat”, yang menekankan pentingnya peran alat kesehatan. Beberapa disebutkan seperti tensimeter, timbangan bayi, dan termometer dalam meningkatkan keselamatan ibu dan anak.

Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, Luthfi Rusyadi, menilai tenaga elektromedis memiliki peran strategis dalam menjaga fungsi dan akurasi alat kesehatan.

“Kami terus menyiapkan SDM teknisi elektromedik yang kompeten agar mampu mendukung program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan keselamatan ibu dan anak menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya serta Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian, Kalibrasi, Pemeliharaan, dan Perbaikan Fasilitas Kesehatan (Alfakes) Jawa Timur.

Perwakilan Alfakes Jatim, Syaifudin, menyebut pihaknya mengerahkan tiga laboratorium dalam kegiatan ini. Ia menilai kolaborasi dengan berbagai pihak penting untuk menjangkau kebutuhan kalibrasi alat kesehatan secara luas.

“Kalibrasi alat kesehatan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Kami dari asosiasi siap bersinergi, apalagi saat ini ada 73 anggota kami yang tersebar di Pulau Jawa,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, IKATEMI berharap kalibrasi alat kesehatan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan bayi di Indonesia

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.