TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).
Sidak dilakukan setelah Prabowo menghadiri dan memberikan arahan kepada 503 ketua DPRD dari seluruh Indonesia di Akademi Militer Magelang.
Setibanya di lokasi, Prabowo meninjau kondisi cadangan pangan nasional.
Prabowo ingin memastikan stok beras aman dan siap disalurkan kepada masyarakat.
Ketersediaan pangan disorot Presiden Prabowo di tengah situasi global yang diwarnai krisis energi di sejumlah negara.
Kondisi ini terjadi sebagai dampak konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Prabowo saat Retreat Ketua DPRD: Latar Belakang Parpol Boleh Beda Tapi Kita Cinta Bangsa Kita
Saat ini, Indonesia dinilai berada dalam kondisi yang relatif kuat dan stabil, baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun harga pangan.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para karyawan di gudang Bulog.
Suasana hangat dan akrab terlihat saat Prabowo berbincang singkat dengan para pekerja.
Baca juga: Saatnya Prabowo Percepat Reformasi Energi Demi Kedaulatan Ekonomi Nasional
Kompleks Gudang Bulog Danurejo terdiri atas dua unit bangunan dengan total kapasitas mencapai 7.000 ton yang saat ini dalam kondisi terisi penuh.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional serta memastikan negara hadir dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam sidak kali ini, Presiden Prabowo ditemani Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional tetap aman dan terkendali, meski dihadapkan pada tekanan global akibat konflik geopolitik.
Amran mengakui, tantangan sektor pangan saat ini semakin kompleks karena dipengaruhi dinamika global yang berdampak langsung pada produksi hingga distribusi.
“Tantangan pangan semakin kompleks dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta perubahan iklim, berdampak pada produksi dan distribusi pangan,” ungkap Amran dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi IV DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Amran memaparkan, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional hingga Mei 2026, ketersediaan sejumlah komoditas strategis masih berada dalam kondisi surplus dan relatif aman.
“Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional hingga Mei 2026, ketersediaan komoditas pangan strategis nasional berada pada kondisi surplus dan relatif aman,” ujarnya.
Amran merinci, sejumlah komoditas utama menunjukkan surplus, antara lain beras sebesar 16,39 juta ton, jagung 4,3 juta ton, gula konsumsi 632.000 ton, daging ayam 837.000 ton, serta telur ayam 423.000 ton.
Selain itu, cadangan pangan pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog juga tercatat mencapai 4,6 juta ton.
Di sisi harga, Amran menyebut kondisi pangan selama bulan puasa relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang sempat melampaui harga eceran tertinggi (HET).
“Secara umum, harga pangan terkendali di saat bulan puasa. Beberapa komoditas berada di atas HET tapi terkendali,” ucapnya.