TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Jawa Barat terus mengukuhkan posisinya sebagai katalisator transisi energi nasional. Berdasarkan data terbaru periode Maret 2026, infrastruktur pendukung kendaraan listrik (EV) kini telah tersebar merata di 27 kota/kabupaten guna mendukung target Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo Saat ini di Jawa Barat telah mengoperasikan 485 titik SPKLU untuk kendaraan roda empat dengan total 825 EV Charger.
Dari jumlah tersebut, PLN mendominasi penyediaan infrastruktur dengan mengelola 324 SPKLU yang mencakup 636 EV Charger.
"Tak hanya roda empat, infrastruktur roda dua juga terus diperkuat melalui 121 SPKLU roda dua yang tersebar di wilayah strategis seperti Bandung, Cianjur, Bekasi, Cimahi, Sukabumi, Purwakarta, Garut, Indramayu, Cirebon, dan Tasikmalaya," klata Sugeng.
Kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik juga terlihat dari lonjakan penggunaan SPKLU selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI).
Ia mengatakan, pada periode 12 Maret hingga 31 Maret 2026, tercatat sebanyak 74.366 transaksi.
Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 4 kali lipat dibandingkan periode RAFI 2025 yang mencatatkan 17.966 transaksi.
Bagi pengguna, beralih ke kendaraan listrik bukan sekadar gaya hidup hijau, melainkan langkah ekonomis.
Pengguna EV dilaporkan mampu menekan efisiensi biaya operasional sebesar 20 hingga 30 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Tren positif ini tercermin dari pertumbuhan jumlah kendaraan listrik di Jawa Barat sepanjang 2021 hingga 2024 yang mencapai:
5.695 unit mobil listrik.
23.770 unit motor listrik.
Langkah masif ini merupakan bentuk nyata implementasi Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Pencapaian di Jawa Barat diharapkan menjadi tulang punggung dalam mendukung akselerasi hijau untuk mencapai target penurunan emisi nasional sebesar 31,89 persen pada tahun 2030.
Dengan kolaborasi antara penyediaan infrastruktur dan antusiasme masyarakat, Jawa Barat optimis memimpin transformasi menuju transportasi bebas emisi di Indonesia.