Tribunlampung.co.id, Medan - Terungkap alasan sebenarnya pria bernama Agus, nekat bakar rumah orang tuanya di Deli Serdang, Sumatera Utara, sempat curiga ke ibu kandung.
Insiden pembakaran rumah yang diduga dilakukan Agus tersebut terjadi tepatnya di Jalan Harapan, Dusun V, Gang Kasirin, Desa Pujimulyo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (18/4/2026) pagi.
Tak hanya rumah orang tua, rumah milik adiknya turut dibakar Agus, hingga ludes tinggal puing-puing.
Menurut Yani, adik kandung pelaku, yang juga rumahnya terbakar, motif pelaku membakar karena mendapat informasi mantan istrinya sudah menikah lagi dengan pria lain.
Kabar pernikahan itu membuat Agus kesal, dan diduga cemburu buta.
Baca juga: Kronologis Istri Bakar Rumah Seusai Cekcok dengan Suami, Ambil Minyak Tanah
Ditambah, ia curiga kalau yang menikahkan mantan istrinya adalah ibu kandung Agus sendiri.
Selain itu, Agus juga diduga sebagai pecandu narkoba yang kondisi kejiwaannya terganggu.
"Mamak saya tidak ada menikahkan bininya. Katanya bininya dinikahi lagi sama orang di ujung sana, mama yang nikahkan, tapi enggak ada. Dia merekayasa," kata Yani, Sabtu (18/4/2026), sebagaimana dikutip dari Tribun-Medan.com.
Yani menjelaskan, Agus baru sekitar sebulan belakangan tinggal di rumah orang tua mereka yang bergandengan dengan rumahnya.
Sebab, pria yang sudah memiliki 2 anak itu berpisah dengan istrinya.
Selama ini, Agus bekerja sebagai kuli bangunan yang merantau.
Namun pagi tadi, abang kandungnya itu mendadak bertingkah aneh dan membabi buta.
Ia mencari ibu dan ayahnya yang sedang mencari barang bekas, serta menuduh ibunya telah menikahkan mantan istrinya.
Karena tak ketemu, Agus membakar bantal dan kasur di kamar orang tuanya sampai akhirnya api pun menjalar ke berbagai tempat.
"Udah siap dibakar, dia duduk tenang di depan situ, di luar, di pinggir parit itu. Enggak lari. Diam saja dia. Sedangkan api sudah naik ke atas."
Setelah rumahnya terbakar, Yani tampak duduk di depan rumah tetangga.
Mengenakan hijab hijau, baju cokelat, dan celana cokelat, ia duduk di kursi plastik berwarna hijau.
Matanya terus memandangi rumah tempatnya tinggal bersama anak, dan suaminya.
Dari luar, aroma sisa bekas kayu, plastik terbakar masih menyeruak menusuk hidung.
Dari dalam, sejumlah orang memungut puing-puing sisa kebakaran yang masih bisa diambil.
Sebab, mereka sama sekali tidak sempat menyelamatkan pakaian, maupun harta benda.
Sedangkan Agus, sudah ditangkap Polisi untuk menjalani pemeriksaan.