SURYA.CO.ID, SURABAYA – Madura United mencatatkan sejarah baru setelah menaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Jumat (17/4/2026) malam.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Madura United saat bertandang ke markas Persebaya sejak 2018, setelah sebelumnya gagal menang dalam sembilan pertemuan.
Dalam sembilan laga sebelumnya di kandang Persebaya, Madura United mencatatkan lima kekalahan dan empat hasil imbang.
Kemenangan kali ini, sekaligus mengakhiri tren negatif tersebut.
Sepanjang pertandingan, Persebaya tampil dominan. Statistik menunjukkan tuan rumah menguasai 71 persen bola dan menciptakan 10 peluang.
Sebaliknya, Madura United hanya menciptakan lima peluang, namun mampu memaksimalkannya menjadi dua gol kemenangan.
Pelatih karteker Madura United, Rakhmat Basuki, menilai kemenangan ini tidak lepas dari disiplin bertahan dan efektivitas transisi timnya.
“Saya menaruh respek tinggi pada Persebaya. Karena Persebaya salah satu tim besar di negeri ini,” kata Rakhmat Basuki.
“Tapi kami juga butuh menang. Dan ya, kalau memang ini kemenangan pertama (di kandang Persebaya), ya saya merasa sangat bersyukur. Tapi ini kemenangan yang tidak mudah,” tambahnya.
“Bagi saya, sepak bola itu tentang pertahanan. Kami harus kuat saat defense dan manfaatkan transisi dengan baik,” jelas Rakhmat Basuki.
Di bawah asuhan Rakhmat Basuki, Madura United menunjukkan tren positif dengan dua kemenangan beruntun, termasuk sebelumnya saat menghadapi Persik. Performa ini menjadi salah satu periode terbaik Madura United musim ini.
Kemenangan atas Persebaya menjadi bekal penting bagi Madura United untuk menghadapi laga berikutnya, melawan Dewa United pada 24 April mendatang di Stadion Gelora Bangkalan.
Nama Rakhmat Basuki kembali menjadi sorotan, setelah mampu membawa Madura United tampil impresif dalam sejumlah pertandingan penting. Ia mampu memberikan dampak instan bagi tim yang ditanganinya.
Rakhmat Basuki dipercaya menangani Madura United, setelah klub berpisah dengan pelatih sebelumnya, Mauricio Souza.
Dalam perannya sebagai caretaker, ia mampu mengangkat performa tim secara signifikan dalam waktu relatif singkat.
Salah satu pencapaian penting Rakhmat Basuki, adalah saat membawa Madura United menembus final Championship Series Liga 1 musim 2023/2024.
Dalam perjalanan tersebut, Madura United berhasil mengalahkan Borneo FC di babak sebelumnya.
Rakhmat Basuki dikenal sebagai pelatih yang tidak menyukai pujian berlebihan dan lebih fokus pada proses peningkatan tim. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan diri pemain, terutama dalam situasi tekanan tinggi.
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, mendorong Rakhmat Basuki untuk mengambil lisensi A Pro. Langkah ini dinilai penting untuk menunjang kapasitasnya sebagai pelatih profesional di level tertinggi.
Sebagai “Coach RB”, Rakhmat Basuki memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas tim, khususnya pada fase krusial kompetisi.
Keberhasilannya membangun kekompakan dan mental pemain menjadi salah satu faktor utama performa positif Madura United.