TRIBUNKALTARA.COM - Momen pelampiasan Nicolo Barella, dedikasi untuk Gennaro Gattuso, dan dekatkan Inter Milan dengan Scudetto.
Gelandang asal Italia, Nicolo Barella muncul sebagai man of the match dalam kemenangan Inter Milan 3-0 atas Cagliari, di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu (18/4/2026).
Pemain 29 tahun itu mencetak satu dari 3 gol Inter Milan ke gawang Cagliari, dalam lanjutan Liga Italia Serie A giornata 33.
Padahal hampir sepanjang musim ini hingga bulan Maret silam, penampilan Nicolo Barella terus disorot karena mengalami kemunduran.
Bahkan Barella kerap menghiasi rating pemain terburuk dalam pertandingan yang dilalui Inter Milan di semua kompetisi.
Kritik keras selalu mengarah padanya, termasuk namanya dianggap sebagai biang kerok kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia.
Tetapi, semenjak kegagalan Gli Azzurri, Nicolo Barella berubah dan mulai berbenah.
"Tahun ini penuh pasang surut dibandingkan musim-musim sebelumnya. Itu sedikit mengganggu karena saya ingin selalu berada di puncak performa, tapi dalam sebuah karier, momen sulit itu wajar. Saya selalu memberikan 100 persen, meski terkadang 100 persen saya hanya setara dengan 60 persen performa tahun-tahun lalu," ungkap Barella seusai mengalahkan Cagliari.
Baca juga: 4 Fakta Inter Milan Tundukkan Cagliari di Liga Italia, Kebangkitan Thuram
Fokusnya kini hanya tercurah pada Inter Milan yang berjuang merebut Scudetto.
Alhasil, Barella kembali ke Nerazzurri dengan semangat dan motivasi berlipat. Angka-angka dalam statistik telah menunjukkan faktanya sendiri.
Ia seolah mencari pelampiasan bersama Inter Milan atas performa buruknya dan kegagalan Timnas Italia.
Sejak meninggalkan kamp latihan Timnas Italia, gelandang asal Sardinia ini selalu berkontribusi dalam gol Inter Milan.
Pada lima pertandingan terakhir, Nicolo Barella telah mengemas total 2 gol dan 3 assist.
"Terkadang kami terlihat tidak maksimal secara fisik, tapi itu bisa jadi masalah mental. Sekarang saya merasa berada di puncak performa dan menikmati periode ini. Saya berharap momen ini datang lebih awal saat playoff Piala Dunia, tapi itulah sepak bola," jelasnya.
Golnya ke gawang Cagliari terasa sangat istimewa, mengingat itu adalah klub masa lalunya dari tanah kelahiran.
Barella tampak profesional, meskipun menghadapi tim yang paling dicintai, ia tetap memberikan performa apik dengan mentalitas pemenang.
Bukan hanya soal gol, Barella sering membuat Cagliari menderita dengan torehan 8 assist ke klub kampung halamannya.
Tak ada klub lain yang jadi lumbung assist Barella sepanjang kariernya kecuali Cagliari.
Saat mencetak gol ke gawang Elia Caprile dini hari tadi, Barella memilih tak selebrasi berlebihan.
Ia hanya menanggapi antusiasme rekan-rekannya yang mengangkatnya tinggi dalam perayaan gol.
Barella berharap gairah tersebut terus bertahan hingga Scudetto benar-benar mampir ke lemari trofi Nerazzurri.
Sementara untuk gol ke gawang mantan klub, Barella memilih mendedikasikannya untuk mantan pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso.
Menurutnya, Gattuso layak mendapatkan dedikasi ini atas perjuangannya dan kebersamaannya di Timnas Italia, meskipun penuh kegagalan dan dalam waktu yang singkat.
"Satu hal yang ingin saya katakan, meskipun mungkin terdengar tidak relevan saat ini, saya ingin mendedikasikan gol ini untuk Gennaro Gattuso," kata Nicolo Barella.
Barella menilai legenda AC Milan itu adalah sosok terbaik yang pernah ditemuinya di sepak bola.
"Gattuso tidak pantas menerima kekecewaan ini, begitu pun kami (pemain Timnas Italia), tapi inilah sepak bola. Saya senang pernah bertemu Gattuso dalam perjalanan karier saya," ujar gelandang yang telah mencatatkan 70 caps untuk Gli Azzurri ini.
Kemenangan atas Cagliari kian mendekatkan Nerazzurri dengan momentum Scudetto, lantaran mereka melebarkan jarak keunggulan dengan Napoli menjadi 12 poin.
Meski demikian, Barella enggan sesumbar lebih awal soal Scudetto.
Keunggulan matematis bukanlah kepastian, mengingat Inter pernah dalam kondisi serupa musim lalu yang justru gagal juara di pekan-pekan terakhir.
Baca juga: 4 Fakta Kemenangan Inter Milan Atas Como, Pelajaran Berharga Chivu untuk Cesc Fabregas
Pengalaman tersebut mengajarkan Barella untuk bersabar dan terus melangkah hingga kepastian juara itu datang.
"Sangat menyenangkan merasakan antusiasme publik. Kami sangat ingin tampil baik setelah musim lalu yang sulit meskipun berakhir indah. Pengalaman itu mengajarkan banyak hal dan kami butuh kemenangan," ucap Barella.
Tersisa 5 pertandingan lagi yang harus dilalui Inter Milan untuk memastikan gelar Scudetto.
Yang jelas, Barella tak ingin mengulangi kenangan pahit musim lalu, dan menutup musim ini dengan kegagalan total pasca tak lolos ke Piala Dunia.
Sekarang tak ada beban berat lagi di pundaknya, hanya ada Scudetto untuk menutup musim dengan senyuman.
(*)
(TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K)