Pengamat Nilai Faktor Teknis Dominan dalam Kecelakaan Helikopter PK-CFX
Try Juliansyah April 19, 2026 12:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat transportasi udara Kalimantan Barat menilai faktor teknis menjadi penyebab dominan dalam kecelakaan helikopter PK-CFX.

Syarif Usmulyani Alqadrie, Pengamat transportasi udara Kalimantan Barat sekaligus Ketua Masyarakat Transportasi Udara Indonesia (MTUI) Kalimantan mengatakan dalam dunia penerbangan terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan.

“Dalam dunia penerbangan itu ada lima penyebab kecelakaan, mulai dari faktor manusia, cuaca, gangguan udara, runway, hingga mechanical dan maintenance,” katanya kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 18 April 2026.

Namun, berdasarkan analisis awal yang dilakukannya, ia menilai faktor teknis lebih dominan dalam peristiwa tersebut.

“Kalau boleh saya katakan, mechanical dan maintenance itu bisa sampai 90 persen, sedangkan faktor manusia sekitar 10 persen,” katanya.

Ia mengungkapkan kondisi cuaca bukan menjadi penyebab utama dalam kejadian tersebut.

Baca juga: Seluruh Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Diserahkan ke Keluarga

“Dari video yang saya lihat, cuacanya terang, jadi bukan faktor cuaca. Pesawat juga tidak jatuh menukik, tapi seperti masih berusaha melakukan pendaratan darurat,” jelasnya.

Menurutnya, dugaan tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui investigasi resmi, termasuk analisis data pada black box pesawat.

Selain itu, ia juga menyoroti lambatnya penanganan awal dalam proses pencarian helikopter. 

Ia mengatakan, seharusnya kondisi darurat dapat ditetapkan dalam hitungan menit namun dalam kejadian tersebut membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk mengetahui titik lokasi helikopter.

Ia menilai hal tersebut menjadi catatan penting dalam sistem penanganan darurat penerbangan termasuk koordinasi antarinstansi. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.