Warga Pontianak Keluhkan Kenaikan BBM Non-Subsidi, Pengeluaran Harian Kian Berat
Try Juliansyah April 19, 2026 12:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai dirasakan masyarakat di Kota Pontianak.

Ari Anggara (38), warga Danau Sentarum, mengaku kenaikan tersebut membuat kebutuhan sehari-hari semakin terasa berat.

“Menurut saya agak susah, karena kan naik semua. BBM naik, barang-barang juga ikut naik, jadi gaji terasa kurang cukup,” ujarnya saat ditemui di SPBU Paris 2, Kota Pontianak, Sabtu 18 April 2026. 

Ia mengaku kenaikan harga tersebut berdampak pada pengeluaran sehari-hari dan membuatnya harus lebih bijak dalam mengelola kebutuhan.

Ia juga berharap harga BBM dapat kembali stabil agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Harapannya BBM bisa stabil seperti kemarin, harganya normal lagi, jadi kebutuhan sehari-hari cukup,” tambahnya.

Sementara itu, warga lainnya, Nabila, juga merasakan dampak kenaikan harga BBM, terutama bagi pengguna kendaraan harian.

Baca juga: Harga BBM Non-Subsidi Naik di Pontianak, Pertamax Turbo Tembus Rp19.850

“Saya memang pengguna BBM subsidi seperti Pertalite, tapi kalau pakai non-subsidi pasti terasa banget naiknya, apalagi kalau selisihnya jauh,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada pengeluaran.

“Kalau tiap hari pakai kendaraan, otomatis pengeluaran jadi lebih besar dan cukup memberatkan,” katanya.

Meski demikian, ia menyebut penggunaan BBM tetap tidak bisa dihindari.

Ia juga menilai kenaikan harga BBM berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya.

“Takutnya nanti merembet, bukan cuma BBM yang naik, tapi yang lain juga,” pungkasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.