Burger Van Malang: Bukan Sekadar Food Truck, Ini Kisah di Baliknya
Sudarma Adi April 19, 2026 02:14 AM

TRIBUNJATIM.COM, MALANG — Kalau bicara soal tempat makan burger, kebanyakan orang langsung terbayang restoran, warung, atau kafe.

Tapi di Kota Malang, ada satu tempat yang caranya menyajikan burger benar-benar beda dari yang lain — semuanya dilakukan di dalam sebuah mobil Daihatsu Grand Max yang sudah dimodifikasi menjadi dapur berjalan.

Itulah Burger Van Malang yang berlokasi di Ruko Pesona Cengger Ayam Kav G2, Jl. Cengger Ayam, Lowokwaru, Kota Malang, usaha kuliner yang kini sudah dikenal luas di kalangan pecinta burger di Kota Apel dan sekitarnya.

Pemilik Burger Van Malang, Pak Sabirin, mengungkapkan bahwa ide mendirikan food truck ini lahir dari inspirasinya melihat tren berjualan menggunakan kendaraan yang sudah lebih dulu populer di Malaysia dan Amerika Serikat.

Baca juga: Dianggap Nyeleneh, Aldi Taher Ungkap Alasan Sering DM Artis: Silaturahmi Sekaligus Promosi Burger

"Saya melihat di beberapa negara, di negara tetangga ada di Malaysia, kemudian di Amerika, orang berjualan dengan food truck. Food truck itu kaki limanya," ungkap Sabirin.

Yang membuat konsep ini istimewa, seluruh proses produksi sekaligus penjualan bisa dilakukan dalam satu kendaraan. Burger Van Malang pun menjadi food truck pertama yang ada di Jawa Timur.

GranMax Jadi Dapur Berjalan

Kendaraan yang dipilih bukan sembarang mobil.

Pak Sabirin secara khusus memilih Daihatsu GranMax pick up, lalu mendesainnya bersama karoseri dengan konsep ergonomis agar nyaman bagi karyawan yang bekerja di dalamnya maupun pelanggan yang dilayani.

"Tinggi customer itu sudah kami ukur, sehingga ketika mendapatkan pelayanan, tidak perlu bersusah payah," jelasnya.

Salah satu alasan teknis memilih GranMax adalah posisi tangki bahan bakarnya yang berada di bagian depan kendaraan — berbeda dari merek lain yang tangkinya di tengah atau belakang.

Hal ini menjadi pertimbangan keselamatan penting karena operasional food truck menggunakan kompor gas.

Baca juga: Kena Mental karena Diolok Ibu-ibu, Penjual Burger Viral di Stasiun Justru Panen Rezeki

Sejak digunakan, GranMax milik Burger Van Malang terbukti tangguh. Sabirin menyebut kemudahan perawatan dan ketersediaan suku cadang sebagai keunggulan utama produk Astra tersebut.

Bertahan di Masa Pandemi dengan Inovasi

Ketika pandemi COVID-19 melanda, Burger Van Malang hanya diizinkan buka selama dua jam sehari — pukul 18.00 hingga 20.00 — dan tidak boleh beroperasi siang hari. Tantangan itu justru memicu Sabirin untuk menciptakan produk-produk baru.

"Saya harus mencari celah atau peluang apa yang bisa didapat. Ternyata yang membeli burger adalah mereka yang tidak punya problem finansial, dan jika diberikan produk premium, mereka akan mengejar produk itu," tuturnya.

Lebih dari Sekadar Bisnis: Cetak 100 Sarjana

Yang membedakan Burger Van Malang dari food truck lainnya bukan hanya soal rasa, tetapi juga misi sosialnya.

Selama bertahun-tahun beroperasi, usaha ini memberdayakan para mahasiswa di Kota Malang sebagai karyawannya.

"Kami sudah menghasilkan lebih dari 100 sarjana," ungkap Sabirin bangga. "Ini yang membuat kami merasa harus tetap melanjutkan bisnis ini."

Banyak alumni Burger Van Malang yang kini sudah berbisnis sendiri, mengaplikasikan pengalaman dan strategi yang mereka pelajari selama bekerja di sana.

Rencana Ekspansi

Burger Van Malang tidak mengandalkan patty pabrikan. Seluruh daging — baik beef maupun chicken — dibuat sendiri alias homemade.

Menu andalannya cukup beragam: mulai dari Hawaiian Burger, Jalapeno Burger, Big Burger, Chili Burger, Cheese Burger, hingga aneka hot dog seperti Chili Dog dan Cheese Dog.

Menu-menu ini sudah terbukti digemari pelanggan di Malang hingga Surabaya.

Tagline mereka pun mencerminkan semangat di balik setiap sajian: "It's grilled with love and passion."

Ke depan, Sabirin berencana kembali mengembangkan armada food truck-nya.

Sebelumnya, Burger Van Malang sempat mengoperasikan empat food truck yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.

"Food truck ini lebih efisien, lebih murah investasinya dibanding harus mendirikan kafe," ujarnya.

Mlaku-Mlaku Jatim: Mengangkat Cerita UMKM Lokal

Burger Van Malang menjadi bagian dari program Mlaku-Mlaku Jatim, inisiatif Tribun Jatim bersama Daihatsu yang menyoroti perjalanan UMKM lokal di Jawa Timur.

Dengan menyusuri berbagai daerah menggunakan armada Astra Daihatsu, program ini tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga kisah di balik usaha, bagaimana kreativitas, ketekunan, dan mobilitas menjadi kunci bertahan dan berkembang.

Perjalanan Burger Van Malang membuktikan bahwa dari sebuah pick up yang dimodifikasi, sebuah usaha bisa tumbuh menjadi pionir sekaligus ladang inspirasi bagi banyak orang. Kisah ini terus bergerak, menginspirasi pelaku UMKM lain untuk berani melangkah lebih jauh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.