BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kenaikan harga beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Dexlite, Pertamax Dek dan Pertamax Turbo bakal berimbas pada jasa transportasi dan angkutan barang.
Bagi kendaraan logistik atau operasional industri, kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dimulai pada Sabtu (18/4/2026) berdampak langsung pada biaya operasional harian.
Imbasnya, harga berbagai barang kebutuhan masyarakat serta tarif angkutan bakal ikutan naik.
Dampak lainnya, pemilik kendaraan roda empat tertentu terpaksa mengeluarkan uang berlipat untuk membeli Dexlite, Pertamax Turbo atau Pertamax Dex.
Pantauan Posbelitung.co (grup Bangkapos.com) di SPBU Desa Padang Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu siang jalur antrean BBM nonsubsidi terlihat lengang.
Kepala SPBU Desa Padang Jumhari mengatakan stok 17 ton Dexlite saat ini kemungkinan besar akan terserap lebih lambat dari biasanya.
Apalagi pelanggan industri yang rutin mengambil volume besar sudah mulai absen dalam beberapa pekan terakhir.
Harga Dexlite ini juga Jumhari khawatirkan akan memicu keresahan warga, terutama imbasnya pada harga jasa transportasi atau angkutan barang.
Tugas Jumhari sebagai pengelola SPBU adalah memastikan sistem perubahan harga berjalan lancar di dispenser, struk, dan totem sesuai instruksi.
"Ya pengaruhnya jelas ke pembelian. Tapi kami tidak bisa berbuat banyak. Namanya kebijakan dari pusat, kami yang di bawah tinggal menjalankan saja," kata Jumhari.
Jumhari berharap masyarakat bisa memahami bahwa perubahan harga ini bukan merupakan kebijakan pihak SPBU setempat, melainkan murni penyesuaian dari Pertamina mengacu pada harga pasar minyak dunia.
"Harapannya ya tidak bisa ngomong apa-apa lagi. Kita jalani saja apa yang sudah diputuskan," kata Jumhari.
Satu di antara jenis bahan bakar diesel, Dexlite, mengalami kenaikan harga mencapai hampir Rp10 ribu per liter.
Jumhari mengatakan, di SPBU Desa Padang, Manggar, harga baru ini sudah ditetapkan tepat pada pukul 00.00 WIB.
Harga yang tercantum di dispenser kini menunjukkan angka Rp24.150 per liter untuk Dexlite, sementara Pertamina Dex menyentuh angka Rp24.450 per liter.
Jumhari mengatakan kenaikan ini adalah satu di antara yang paling signifikan selama pengalamannya bekerja di SPBU.
Selisih harga yang mencapai Rp9.650 per liter ini diakuinya membuat suasana SPBU menjadi tidak seperti biasanya.
"Antreannya kosong sekarang. Tidak ada yang antre di Dexlite, sepi sampai sekarang. Padahal pengumuman naiknya baru tadi malam," ujar Jumhari.
Pemilik Mobil Pribadi Pasrah
Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat pemilik mobil pribadi yang biasa menggunakan Pertamax Turbo, Pertamax Dex atau Dexlite harus mengeluarkan uang berlipat.
Susilawati (30) dan suaminya hanya bisa terdiam saat mengantre BBM di SPBU Desa Padang. Meski sempat ragu, mereka tak punya pilihan selain tetap mengisi bahan bakar.
"Terlalu tinggi harganya buat masyarakat biasa kayak kami. Tadi beli Rp500.000, biasanya dengan uang segitu jarum BBM naiknya tinggi, ini cuma naik sedikit," ujar Susilawati saat ditemui Posbelitung.co.
Uang setengah juta rupiah yang biasanya cukup untuk memenuhi kebutuhan perjalanan jauh, kini terasa cukup kecil.
Susilawati mengaku kaget saat mengetahui kenaikannya mencapai hampir Rp10 ribu per liter dalam semalam.
"Tadi saya dengar ada 1-2 mobil yang pas tahu harganya langsung lari. Mungkin kemahalan bagi mereka. Tapi saya tetap beli karena memang sudah kosong benar, kalau tidak beli tidak bisa balik," kata Sulilawati.
Rencana perjalanan atau jalan-jalan bersama keluarga kini harus Susilawati pikir-pikir ulang karena kenaikan ini.
"Ini sih harus ngirit-ngirit kayaknya, tidak bisa jalan ke mana-mana dulu. Harapannya ya tetap ada supaya harganya turun lagi kayak semula, biar nyaman buat masyarakat," ungkapnya.
Di bawah terik matahari daerah Manggar yang semakin menyengat, Susilawati dan suaminya akhirnya perlahan meninggalkan area SPBU Desa Padang.
Mereka mau tak mau tetap beli karena kebutuhan.
Kenaikan Tiap Daerah Berbeda
PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku efektif mulai hari Sabtu (18/4/2026).
Melansir laman mypertamina.id, penyesuaian harga kali ini menyasar BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Sementara itu, BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap mempertahankan harga lama dan tidak mengalami perubahan.
Berikut rincian kenaikan harga BBM nonsubsidi:
Pertamax Turbo: Mengalami kenaikan sebesar Rp 6.300, dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter.
Dexlite: Mengalami kenaikan sebesar Rp 9.400, dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter.
Pertamina Dex: Mengalami kenaikan sebesar Rp 9.400, dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.
Pertamax :Rp 12.300 (Tetap)
Pertamax Green 95 : Rp 12.900 (Tetap)
Harga tersebut di atas berlaku untuk wilayah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) tertentu, seperti di wilayah DKI Jakarta dan Banten.
Harga jual BBM Pertamina di setiap daerah di Indonesia dapat berbeda-beda.
Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan pajak daerah masing-masing serta besaran ongkos logistik untuk mendistribusikan BBM ke wilayah tersebut.
Masyarakat disarankan untuk mengecek langsung melalui aplikasi MyPertamina atau laman resmi Pertamina untuk mendapatkan informasi harga yang berlaku di wilayah domisili Anda.
Daftar Harga Terbaru BBM Seluruh Provinsi di Indonesia:
1. Provinsi Aceh
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
2. Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertamax: Rp11.550
Dexlite: Rp22.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
3. Provinsi Sumatera Utara
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
4. Provinsi Sumatera Barat
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp20.250
Pertamina Dex: Rp24.950
Dexlite: Rp24.650
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
5. Provinsi Riau
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp20.250
Pertamina Dex: Rp24.950
Dexlite: Rp24.650
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
6. Provinsi Kepulauan Riau
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp20.250
Pertamina Dex: Rp24.950
Dexlite: Rp24.650
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
7. Free Trade Zone (FTZ) Batam
Pertamax: Rp11.750
Pertamax Turbo: Rp18.450
Pertamina Dex: Rp22.700
Dexlite: Rp22.450
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
8. Provinsi Jambi
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
9. Provinsi Bengkulu
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
10. Provinsi Sumatera Selatan
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
11. Provinsi Bangka Belitung
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
12. Provinsi Lampung
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
13. Provinsi DKI Jakarta
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamax Green: Rp12.900
Pertamina Dex: Rp23.900
Dexlite: Rp23.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
14. Provinsi Banten
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamax Green: Rp12.900
Pertamina Dex: Rp23.900
Dexlite: Rp23.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
15. Provinsi Jawa Barat
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamax Green: Rp12.900
Pertamina Dex: Rp23.900
Dexlite: Rp23.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
16. Provinsi Jawa Tengah
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamax Green: Rp12.900
Pertamina Dex: Rp23.900
Dexlite: Rp23.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
17. Provinsi DI Yogyakarta
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamax Green: Rp12.900
Pertamina Dex: Rp23.900
Dexlite: Rp23.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
18. Provinsi Jawa Timur
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamax Green: Rp12.900
Pertamina Dex: Rp23.900
Dexlite: Rp23.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
19. Provinsi Bali
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamina Dex: Rp23.900
Dexlite: Rp23.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
20. Provinsi Nusa Tenggara Barat
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamina Dex: Rp23.900
Dexlite: Rp23.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
21. Provinsi Nusa Tenggara Timur
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
22. Provinsi Kalimantan Barat
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
23. Provinsi Kalimantan Tengah
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
24. Provinsi Kalimantan Selatan
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp20.250
Pertamina Dex: Rp24.950
Dexlite: Rp24.650
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
25. Provinsi Kalimantan Timur
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
26. Provinsi Kalimantan Utara
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp20.250
Pertamina Dex: Rp24.950
Dexlite: Rp24.650
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
27. Provinsi Sulawesi Utara
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
28. Provinsi Gorontalo
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
29. Provinsi Sulawesi Tengah
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
30. Provinsi Sulawesi Tenggara
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
31. Provinsi Sulawesi Selatan
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
32. Provinsi Sulawesi Barat
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
33. Provinsi Maluku
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
34. Provinsi Maluku Utara
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
35. Provinsi Papua
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
36. Provinsi Papua Barat
Pertamax: Rp12.600
Pertamina Dex: Rp24.250
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
37. Provinsi Papua Selatan
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
38. Provinsi Papua Pegunungan
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
39. Provinsi Papua Tengah
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
40. Provinsi Papua Barat Daya
Pertamax: Rp12.600
Pertamina Dex: Rp24.250
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha/Bangkapos.com)