TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Bek PSM Makassar Syahrul Lasinari serasa deja vu saat menghadapi Borneo Samarinda FC pada pekan 28 Super League 2025/2026.
Syahrul Lasinari harus diusir dari lapangan lagi oleh wasit M Erfan Efendi.
Bek berusia 26 tahun ini diganjar dua kartu kuning berujung kartu merah di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (18/4/2026) malam.
Di laga ini, PSM Makassar tumbang dengan skor 1-2 dari Borneo FC.
Syahrul Lasinari mendapat kartu kuning pertama pada menit 44.
Kartu kuning kedua diperoleh di menit 85. Ia berusaha menghentikan pergerakan M Astina.
Namun, Syahrul Lasinari terpeleset dan terjatuh hingga terjadi kontak dengan Astina.
Erfan Efendi langsung mengeluarkan kartu kuning, disusul kartu merah.
Syahrul Lasinari tak menduga dirinya harus mandi lebih cepat lagi.
Wajahnya memerah, menahan air mata atas keputusan diberikan wasit asal Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) tersebut.
Erfan Efendi sempat mengecek video assistant referee (VAR) untuk memastikan keputusannya tak keliru.
Setelah pengecekan VAR, Erfan Efendi tak menganulir keputusannya.
Bagi Syahrul Lasinari ini kali kedua diusir dari lapangan oleh Erfan Efendi.
Pada pekan 17 Super League, bek nomor punggung 13 ini juga diganjar dua kartu kuning berujung kartu merah oleh wasit yang sama.
Kala itu, PSM Makassar bertemu Bali United di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Jumat (9/1/2026) malam.
Di laga ini, Syahrul Lasinari sudah keluar lapangan sebelum babak pertama berakhir.
Kartu kuning pertama diberikan Erfan Efendi kepada Syahrul Lasinari di menit 14.
Mantan bek Persikabo 1973 ini melanggar Jordy Bruijn.
Sembilan menit berselang, kartu kuning didapatkan Syahrul Lasinari dari Erfan Efendi usai menarik Mustafic.
Hormati Keputusan Wasit
Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin mengaku menghormati keputusan dua kartu kuning berujung kartu merah diberikan kepada Syahrul Lasinari saat melawan Borneo FC.
Meski, kata dia, anak asuhnya itu tak ada niat mencederai pemain Borneo FC Astina.
Syahrul Lasinari terpeleset dan mengenai kaki pemain nomor punggung 7 Pesut Etam itu.
“Tapi, kita harus hormati, karena wasit sampai cek VAR. Kita harus terima,” katanya saat konferensi pers usai pertandingan, Sabtu malam.
Olehnya itu, juru taktik berlisensi A AFC ini mengimbau pemainnya untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Jangan sampai hal serupa terulang lagi.
“Kita sebagai pemain harus mawas, tidak bisa salahkan wasit, karena sudah cek VAR. Ini murni kelalaian kita,” ucapnya.
Apresiasi Pemain
Walau kalah dari Borneo FC, Ahmad Amiruddin tetap mengapresiasi perjuangan Yuran Fernandes cs.
“Saya apresiasi dengan spirit pemain (PSM Makassar). Bisa dilihat dari awal dan kekurangan pemain, mereka masih mau fight untuk minimal menghindari kekalahan, tapi takdir berkata lain,” katanya.
Pelatih akrab disapa Amir mengaku bertanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut.
Ia berjanji akan lebih memotivasi penggawa Laskar Ayam Jantan dari Timur untuk meraih hasil positif lagi.
“Itu tanggung jawab saya. Saya harus berikan motivasi kepada mereka, mudah-mudahan di laga selanjutnya bisa meraih hasil terbaik,” katanya.
Sementara pemain PSM Makassar Akbar Tanjung meminta maaf kepada suporter atas hasil minor didapatkan timnya.
Ia mengatakan, seluruh pemain telah berusaha merebut tiga poin, tapi hasil laga tak berpihak kepada klub kebanggaan masyarakat Sulsel ini.
“Saya minta maaf kepada suporter yang sudah hadir mendu kung kita dan suporter yang mendukung dari rumah. Saya minta maaf kepada suporter semua,” ucapnya. (*)