TRIBUNJABAR.ID - Berikut inilah daftar harga emas hari ini Minggu 19 April 2026, dari Antam, Galeri 24 hingga UBS.
Dilansir dari laman resmi Pegadaian dan Galeri 24 pada Minggu (19/4/2026) pagi, harga emas hari ini kembali menguat setelah mengalami fluktuasi.
Fluktuasi yaitu perubahan harga secara tidak tetap (naik-turun) dalam jangka waktu tertentu.
Seperti pada akhir bulan Maret 2026, harga emas tiga merek Antam, Galeri 24 dan UBS yang sebelumnya tembus Rp 3 juta lebih per gram sempat anjlok mengalami penurunan harga.
Penurunan harga itu terjadi pada pekan keempat bulan Maret 2026 di mana harga emas anjlok dari harga tembus Rp 3 jutaan kini turun harga menjadi Rp2 jutaan.
Pada awal bulan April 2026 ini harga emas sempat kembali melonjak menunjukkan tren positif, namun pada pekan ketiga ini anjlok turun harga lalu kembali menguat naik harga.
Meski begitu, fluktuasi penurunan dan kenaikan harga yang terjadi tidak terlalu signifikan.
Per hari ini ini misalnya, harga emas Galeri 24 kembali naik harga Rp13.000 dari harga sebelumnya Rp2.873.000 per gram.
Begitu juga emas UBS turun harga Rp22.000 dari harga Rp2.902.000 per gram.
Adapun harga emas Antam yang kini kembali tembus Rp 3 juta.
Untuk diketahui naik atau turunnya harga emas dipengaruhi fluktuasi harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar, serta dinamika permintaan pasar domestik atau tinggi-rendahnya peminat.
Kenaikan dan penurunan harga emas ini perlahan tapi kenaikan harganya pasti dalam jangka panjang konsisten.
Berikut simak selengkapnya daftar harga emas hari ini Minggu 19 April 2026 dilansir dari laman resmi Pegadaian dan Galeri 24.
Harga emas Galeri 24
0,5 gram: Rp1.513.000
1 gram: Rp2.886.000
2 gram: Rp5.702.000
5 gram: Rp14.150.000
10 gram: Rp28.225.000
25 gram: Rp70.182.000
50 gram: Rp140.252.000
100 gram: Rp280.367.000
250 gram: Rp699.194.000
500 gram: Rp1.398.387.000
1.000 gram: Rp2.796.774.000
Harga emas Antam
0,5 gram: Rp1.552.000
1 gram: Rp3.000.000
2 gram: Rp5.937.000
3 gram: Rp8.879.000
5 gram: Rp14.763.000
10 gram: Rp29.469.000
25 gram: Rp73.541.000
50 gram: Rp146.999.000
100 gram: Rp293.917.000
Harga emas UBS
0,5 gram: Rp1.581.000
1 gram: Rp2.924.000
2 gram: Rp5.803.000
5 gram: Rp14.339.000
10 gram: Rp28.527.000
25 gram: Rp71.180.000
50 gram: Rp142.065.000
100 gram: Rp284.020.000
250 gram: Rp709.839.000
500 gram: Rp1.418.010.000
Baca juga: Konflik Geopolitik Diprediksi Picu Kenaikan Harga Emas, Jadi Target Investor Pindahkan Dana
Pengamat ekonomi memproyeksikan harga emas ditengah gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran.
Dosen sekaligus pengamat ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan, koreksi harga emas saat ini seiring adanya gencatan senjata di Timur Tengah merupakan hal yang wajar.
"Sebelumnya harga emas sempat mengalami kenaikan cukup tinggi akibat meningkatnya tensi geopolitik," ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Jumat (10/4/2026).
Dia menuturkan, ketika kondisi mulai mereda, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas cenderung menurun, ditambah adanya aksi ambil untung dari investor.
Diketahui, pada Oktober hingga Desember 2025, harga emas bergerak naik secara bertahap dari kisaran Rp2,2 juta menuju Rp2,5 juta per gram.
Memasuki Januari 2026, kenaikan menjadi lebih tajam dengan harga melonjak mendekati Rp3 juta per gram dalam waktu singkat, menandai fase bullish yang dipicu sentimen global dan peningkatan permintaan.
Memasuki Februari hingga Maret 2026, harga emas sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp3 juta per gram, namun pergerakannya mulai fluktuatif.
Sementara itu, pada Maret hingga April 2026, harga emas mengalami koreksi dan turun ke kisaran Rp2,7 juta hingga Rp2,85 juta per gram.
Meski demikian, koreksi ini dinilai Rizaldy sebagai penyesuaian wajar setelah lonjakan tajam sebelumnya.
Meski demikian, peluang rebound harga emas masih terbuka.
Hal ini karena gencatan senjata yang terjadi saat ini belum tentu bersifat permanen, sehingga ketidakpastian global masih tetap ada.
"Selama risiko tersebut belum benar-benar hilang, emas masih akan menjadi pilihan investor untuk menjaga nilai aset," ucapnya.
Rizaldy memproyeksikan, bila ke depan Iran dan Amerika Serikat benar-benar mencapai perdamaian yang stabil, maka harga emas berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut.
"Investor kemungkinan akan mulai beralih ke instrumen yang lebih berisiko seperti saham. Namun penurunan harga emas biasanya tidak terlalu dalam, karena tetap dipengaruhi oleh faktor lain seperti inflasi global dan kebijakan suku bunga," jelasnya.
Dia menambahkan, secara keseluruhan, dalam jangka pendek harga emas cenderung bergerak fluktuatif.
Sebab, dalam jangka menengah masih memiliki potensi untuk kembali menguat, terutama jika ketidakpastian global kembali meningkat.
(Tribunjabar.id/Hilda Rubiah/Nappisah)