AS Tak Tepati Kesepakatan, Iran Kembali Blokade Total Selat Hormuz: 'Trump Tak Bisa Memeras Kami!'
Rustam Aji April 19, 2026 09:07 AM

TEHERAN – Stabilitas jalur perdagangan minyak dunia kembali terguncang setelah Iran secara resmi menutup kembali Selat Hormuz, Sabtu (18/4/2026).

Keputusan mendadak ini diambil kurang dari 24 jam setelah Teheran menjanjikan pembukaan jalur, menyusul tudingan bahwa Amerika Serikat (AS) melanggar kesepakatan dan tetap memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Eskalasi di lapangan meningkat tajam setelah Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan adanya aksi penembakan terhadap sebuah kapal tanker oleh dua kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Meski kapal dan awak dilaporkan selamat, insiden ini menandai kembalinya ketegangan militer di titik nadi energi global tersebut.

“Kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, di bawah pengelolaan dan kontrol ketat angkatan bersenjata,” tegas Juru Bicara IRGC, Ebrahim Zolfaghari.

Ia menambahkan bahwa pembatasan pelayaran akan terus berlanjut selama Washington belum mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.

Ironisnya, di tengah laporan penembakan dan blokade tersebut, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang.

Baca juga: Iran Bingung Sikap Kontradiktif Trump: Sering Tweet, Tidak Konsisten! Perundingan di Ujung Tanduk

Dari Washington, Trump mengeklaim bahwa komunikasi dengan pihak Iran sedang menunjukkan progres positif.

"Kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat baik," ujar Trump singkat kepada awak media, meski ia juga sempat melontarkan sindiran bahwa Iran sedang mencoba melakukan pemerasan. "Mereka tidak bisa memeras kami," tambahnya.

Syarat koordinasi maritim ketat bagi setiap kapal dagang

Ketegangan ini bermula saat Iran memberikan syarat koordinasi maritim ketat bagi setiap kapal dagang yang melintas selama masa gencatan senjata Israel-Lebanon.

Namun, ketidaksepakatan mengenai aturan main di lapangan membuat Teheran menarik kembali izin lintas tersebut.

Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) secara resmi mengumumkan bahwa setiap pelintasan kini harus mendapatkan persetujuan langsung dari otoritas Iran.

Baca juga: Adu Harga BBM Terbaru Usai Ada Kenaikan: Pertamina vs Vivo vs BP, Siapa Paling Murah untuk RON 92?

Di sisi lain, Presiden Trump justru memberikan sinyal kemungkinan untuk tidak memperpanjang gencatan senjata dan membuka opsi eskalasi militer jika blokade tetap dilawan oleh Teheran.

Situasi di Selat Hormuz saat ini berada dalam status siaga tinggi, memicu kekhawatiran global akan lonjakan harga minyak mentah dan gangguan rantai pasok energi internasional jika blokade berlangsung dalam jangka panjang. (nur jama/kpc)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.