PSM Makassar Kalah 1-2 dari Borneo FC, Ahmad Amiruddin Tetap Apresiasi Perjuangan Pemain
Sakinah Sudin April 19, 2026 09:19 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski kalah 1-2 dari tamunya Borneo Samarinda FC pada pekan 28 Super League 2025/2026.

Pertemuan kedua tim berlangsung di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (18/4/2026) malam.

Ahmad Amiruddin menyebut, pemain PSM Makassar telah berjuang keras untuk meraih tiga poin.

Meski, harus bermain 10 orang sejak menit 85 usai Syahrul Lasinari diganjar kartu kuning kedua.

Sayang, usaha ditunjukkan tetap gagal menghindarkan PSM Makassar dari kekalahan.

Padahal tim Juku Eja membuka keunggulan lebih dulu melalui sundulan M Arfan di menit 16.

Borneo FC baru menyamakan skor di menit 30 lewat tendangan bebas Juan Villa.

Pesut Etam membalikkan keadaan pada menit 77 lewat sontekan Koldo Obieta.

Kekalahan tersebut membuat PSM Makassar tertahan di peringkat 13 dengan 28 poin.

Sedangkan, kemenangan bagi Borneo FC membawanya memangkas jarak satu poin dengan Persib Bandung.

Mereka bertengger di peringkat dua dengan 63 poin.

“Saya apresiasi dengan spirit pemain (PSM Makassar). Bisa dilihat dari awal dan kekurangan pemain, mereka masih mau fight untuk minimal menghindari kekalahan, tapi takdir berkata lain,” sebut Ahmad Amiruddin saat konferensi pers usai pertandingan di Ruang Media Stadion BJ Habibie, Sabtu malam.

Pelatih akrab disapa Amir ini mengaku kekalahan diterima tak lepas dari cederanya Dusan Lagator.

Bek berpaspor Montenegro ini terpaksa menyelesaikan pertandingan lebih cepat.

Dusan Lagator alami cedera pada menit 31. Ia ditarik keluar, digantikan oleh Akbar Tanjung.

“Saya bukan berasalan, tapi mungkin kita bisa lihat bagaimana perubahan setelah Dusan Lagator keluar,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, Dusan Lagator bermain dengan rasa sakit gegara cedera dialami.

Namun, bek berusia 31 tahun ini ingin membantu PSM Makassar.

Apalagi, Laskar Ayam Jantan dari Timur belum aman dari jurang degradasi.

Makanya, Dusan Lagator harus di injeksi untuk mengurangi rasa sakit.

“Dari awal dia (Dusan Lagator) coba bantu tim dengan injeksi karena memang ada cedera,” ungkap juru taktik kelahiran Lappariaja, Kabupaten Bone ini.

Amir menambahkan, timnya mendapat hukuman dari Borneo FC karena kesalahan dibuat sendiri.

Padahal, mereka sempat unggul. Lalu disamakan lawan hingga membalikkan keadaan.

“Kami sempat unggul, kesalahan datang dari kita sendiri jadi mereka bisa samakan kedudukan,” sambungnya.

Amir sebenarnya coba melakukan perubahan di babak kedua.

Empat pergantian dilakukan dengan harapan pemain diturunkan memberi dampak di lapangan.

Namun, pemain pengganti tersebut tak sesuai diharapkan.

Di lain sisi, sejumlah pemain pilar seperti Aloisio Soares, Mufli Hidayat dan Victor Dethan tak bisa dimainkan karena masih sakit.

Kendati demikian, Amir bertanggung jawab penuh atas kekalahan dialami.

Ia akan lebih memotivasi Yuran Fernandes cs untuk meraih hasil positif lagi.

“Itu tanggung jawab saya. Saya harus berikan motivasi kepada mereka, mudah-mudahan di laga selanjutnya bisa meraih hasil terbaik,” pungkas mantan asisten pelatih Borneo FC ini.

Sementara pemain PSM Makassar Akbar Tanjung meminta maaf kepada suporter atas hasil minor didapatkan timnya.  

Ia mengatakan, seluruh pemain telah berusaha merebut tiga poin, tapi hasil laga tak berpihak kepada klub kebanggaan masyarakat Sulsel ini.

“Saya minta maaf kepada suporter yang sudah hadir mendukung kita dan suporter yang mendukung dari rumah. Saya minta maaf kepada suporter semua,” ucapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.