Moskow (ANTARA) - Ribuan orang turun ke jalan di pusat kota London, Inggris, pada Sabtu (18/4) untuk mengikuti unjuk rasa yang dijuluki Demonstrasi Perumahan Nasional, menuntut perumahan terjangkau dan pengendalian sewa.

Koresponden RIA Novosti melaporkan bahwa peserta dari puluhan serikat pekerja, asosiasi penyewa, kelompok mahasiswa, dan organisasi lainnya berkumpul di Soho Square pada pukul 13.00 waktu setempat.

Mereka mendesak pemerintah Inggris menerapkan pembatasan sewa dan melakukan intervensi di sektor perumahan.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "Rumah untuk rakyat, bukan keuntungan" serta tuntutan pembekuan sewa.

Penyelenggara menyebut rata-rata sewa di Inggris telah meningkat hampir sepertiga sejak pandemi.

Mereka juga mengeluhkan kondisi tempat tinggal yang buruk di London dan kota besar lainnya, di mana banyak keluarga tinggal di hunian sewa yang tidak layak.

Selain itu, Inggris disebut mencatat jumlah tunawisma tertinggi di antara negara-negara maju.

"Sistem perumahan lain dimungkinkan. Kita bisa mendapatkan rumah yang terjangkau dan aman," kata penyelenggara dalam pernyataannya.

Massa kemudian bergerak ke pusat kota sambil membawa boneka Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan spanduk yang menuduh pemerintah bersekongkol dengan pemilik properti.

Puluhan polisi dikerahkan dalam aksi tersebut, tanpa laporan insiden.

Sumber: Sputnik