Pemicu Nenek di Kediri Aniaya Balita hingga Tewas, Ibu Korban Syok Berat
Khistian Tauqid April 19, 2026 01:07 PM

TRIBUNBATAM.id - Tragedi memilukan menimpa seprang balita Bernama Muhammad Alfahriza Mukhtar alias NIZ (3) warga Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri.

Bocah tersebut tewas dianiaya oleh neneknya sendiri bernama Sumilah (64).

Kasus pembunuhan itu terungkap setelah NIZ ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Rabu (15/4/2026).

Setelah Polres Kediri Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi terungkaplah bahwa pelaku pembunuhan adalah Sumilah.

Pihak kepolisian kini telah mentapkan Sumilah sebagai tersangka penganiayaan berujung kematian.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, mengonfirmasi kasus pembunuhan tersebut.

AKP Achmad juga menjelaskan bahwa polisi sebenarnya mengamankan tiga orang, yakni ayah tiri korban, ibu kandung, dan nenek korban.

Kendati demikian, hanya Sumilah yang ditetapkan sebagai tersangka Utama penganiayaan.

"Dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang kami kumpulkan, kami menetapkan satu orang tersangka, yakni nenek korban berinisial S," ungkap AKP Achmad Elyasarif Martadinata, Jumat (17/4/2026).

Jenazah korban telah diautopsi sebelum akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum dekat rumahnya pada Kamis (16/4/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.

Mulai dari potongan kayu, paralon, bak mandi plastik, serta pakaian milik korban.

Baca juga: Tampang Pelaku Pembunuhan IRT di Tebing Tinggi, Pemicunya Gegara Status Facebook

Motif Karena Kesal

AKP Achmad juga membeberkan pengakuan tersangka dalam melakukan aksi kekerasan.

Tersangka menganiaya korban karena pelaku merasa kesal terhadap korban yang dianggap tidak menurut.

"Tersangka mengaku kesal karena korban tidak menuruti perintah. Kemudian melakukan pemukulan supaya korban menurut, namun ternyata mengakibatkan korban meninggal dunia," jelasnya.

Tak hanya terhadap korban NIZ, tersangka juga diduga melakukan kekerasan terhadap dua kakak korban yang masih di bawah umur.

Keduanya disebut mengalami penganiayaan dengan dicubit dan pukulan.

"Dari hasil pendalaman, kami menemukan adanya dugaan penganiayaan terhadap dua saudara korban lainnya. Saat ini masih kami dalami lebih lanjut," tambahnya.

Sebelumnya, warga Kelurahan Ngronggo sempat digegerkan dengan kabar meninggalnya balita tersebut.

Warga yang curiga dengan kondisi korban langsung memeriksa dan mendapati korban sudah tidak bernyawa sebelum akhirnya melaporkan ke pihak kepolisian. 

Korban saat dilakukan pemeriksaan ditemukan luka lebam pada perut serta pelipis.

Saat kejadian, kedua orang tua korban tidak berada di rumah.

Ayah tiri korban diketahui sedang bekerja, sementara ibu korban tengah bekerja sebagai tukang pijat. 

"Saat ibu korban pulang, ia mendapati anaknya sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kemudian melaporkan ke tetangga ternyata setelah dicek sudah meninggal," pungkas Elyasarif.

(TribunBatam.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.