TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tanggapan terkait video viral jalan rusak dan berlumpur di wilayah Kabupaten Cianjur.
Dalam video yang direkam warga dan dibagikan akun Facebook Dandi Suhendar itu memperlihatkan mobil Elf kesulitan menerjang medan jalan rusak dan menanjak.
Tampak sebagian jalan itu ditutupi tanah merah yang lengket berlumpur atau jalan ledok (red, dalam istilah Bahasa Sunda).
Satu unit mobil Elf itu pun tampak kesulitan untuk sampai ke bagian atas jalan.
Melalui Instagram pribadinya pada Minggu (19/4/2026), Dedi Mulyadi berterima kasih kepada warga yang memposting video tersebut.
Dedi Mulyadi mengungkap bahwa jalan rusak tersebut berada di wilayah Pamoyanan - Klapanunggal, Kabuten Cianjur.
Baca juga: Viral Wanita di Cianjur Curhat Jalan Rusak ke Dedi Mulyadi, dari Nikah sampai Cerai Belum Diperbaiki
Gubernur Jabar itu mengaku sudah menanyakan informasi mengenai kondisi jalan rusak berlumpur tersebut.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Bupati Cianjur,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi juga mengaku menerima informasi dari Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, bahwa sudah merencanakan mengalokasikan anggaran untuk rekonstruksi jalan tersebut.
Adapun jumlah anggaran dari Pemerintah Kabupaten Cianjur yang sudah disiapkan sebesar Rp 2,7 miliar.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi meminta argar warga bersabar.
Ia mengakui bahwa masih banyak jalan rusak di Kabupaten hingga Desa tersebar di wilayah Jawa Barat.
“Saya mengakui masih banyak jalan di wilayah Provinsi Jawa Barat yang buruk, terutama di wilayah Sukabumi, Cianjur Selatan, Garut Selatan dan Tasik Selatan.”
“Semuanya diperlukan upaya kita untuk merekonstruksi dan membangunnya secara bersama-sama,” imbuhnya.
Dedi Mulyadi kembali mengingatkan bahwa jalan rusak di Kabupaten maka ranahnya pemerintah daerah setempat.
Meski begitu, Pemprov Jabar sedikit demi sedikit ikut membantu dalam pembangunan di wilayah Kabupaten tersebut.
Mantan Bupati Purwakarta itu juga menyebut pihaknya sudah merencanakan akan membantu pembangunan jalan di Kabupaten hingga Desa baik di tahun ini maupun tahun depan selama dirinya menjabat.
Baca juga: Sosok Silvi Wanita Cianjur Curhat Jalan Rusak ke Dedi Mulyadi, Ternyata Penyanyi Dangdut D Academy
Beberapa waktu lalu, video memperlihatkan mobil elf melaju di jalan rusak, terjal dan menanjak juga viral di media sosial.
Dalam video yang beredar disebutkan mobil elf tersebut merupakan satu-satunya angkutan umum yang melewati jalan pedesaan di Cianjur Selatan.
Perekam memperlihatkan mobil elf itu nekat mencoba melewati tanjakan terjal menanjak.
Jalan yang dilalui tampak tak beraspal hanya hamparan tanah berwarna coklat dan sedikit berlumpur.
Perekam juga menyebut, mobil elf itu juga digunakan warga sebagai angkutan umum dan angkutan mudik satu-satunya.
“Ini salah satu mobil angkutan pedesaan, jalur mudik lihat,” ujar perekam.
Baca juga: Viral, Warga Tangerang Protes Jalan Rusak Minta Tolong ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Tampak pengemudi mobil elf itu kesulitan untuk menanjak karena kondisi jalan yang terjal dan licin.
Hal itu membuat kernet mobil elf itu sampai turun.
Kernet itu membawa karung yang ternyata berisi sekam.
Ia menaburkan sekam tersebut di sekitar jalan yang berlumpur guna membantu mobil elf itu bisa melewati jalan tersebut agar tidak licin.
Dalam keterangan, mobil elf itu melewati jalan menanjak di wilayah Gunung Bongkok menuju Desa Girijaya.
Sebagai informasi, Gunung Bongkok merupakan wilayah pedalaman di Mekarjaya, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Sedangkan Desa Girijaya berada di Kecamatan Pasirkuda, Cianjur.
Diketahui Gunung Bongkok di wilayah ini merupakan area perbukitan di perbatasan kecamatan, hanya dilalui mobil elf jurusan Cianjur - Pasirkuda.
Dari Desa Girijaya ke Gunung Bongkok bisa memakan waktu sekitar 1 jam.
Perekam mengatakan setiap kali mobil elf itu melewati jalan terjal dan menanjak itu kerap membuatnya tegang karena berbahaya bisa mundur dan terperosok ke jurang.
Ia juga kagum dengan kemampuan sopir mobil elf tersebut setiap hari berjibaku demi mengantarkan warga di wilayah tersebut.
Video tersebut viral dibagikan akun Instagram @jabartrust, dikutip Kamis (5/3/2026).
Kini, video tersebut juga menarik perhatian warganet hingga viral di media sosial.
Sejumlah warganet prihatin dan menyoroti jalan rusak dan terjal tersebut.
Sebagian warganet juga mengkritik pemerintah setempat yang dianggap kurang memperhatikan wilayah pedalaman.
Berikut beragam komentar warganet.
26mah.di
“Bupati Cianjur nya ga tau kmna.. Wabup nya nge host aja.. d wilayah nya ada beginian Masi PD kaga tau..”
delluuyee
“Jaba jalur hiji hijina.. duh gusti watir kitu..”
baba_blacksweet
“Mun aya jalan butut fyp di Sosmed, pasti we Mun teu Cianjur, garut atawa Sukabumi”
kuryyusuf
“Buset, masih ada jalan begini di Jabar?”
rismanharyadi
“lamun jalan alus program KDM mun jalan butut ulah ka KDM wae atuh tanyaken k bupati jg lurah na, kitu biasana rumusna,” tulis beragam komentar warganet.
Baca juga: Dedi Mulyadi Skakmat Netizen Nyinyir Sebut Masih Banyak Jalan Rusak di Jawa Barat
Dilansir dari Humas Jawa Barat, selama setahun memimpin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki proyek strategis, satu di antaranya proyek pembangunan Jalan Leucir atau jalan mulus.
Dedi Mulyadi menjalankan proyek Jalan Leucir, yaitu program percepatan perbaikan jalan provinsi, fokus ruas rusak berat, standar ketabalan dan kualitas diperketat dan perbaiakan bertahap di kabupaten/kota di Jawa Barat.
Proyek Strategis Jalan Leucir
Fokus Terbesar: Pemeliharaan Rutin: Jalan 2.080,53 Km tertangani dengan realisasi anggaran Rp 229,98 miliar
Rekonstruksi Jalan: 229,45 Km jalan selesai dengan realisasi anggaran Rp829,67 miliar
Pemeliharaan Berkala: 179,557 Km jalan tertangani dengan realisasi anggaran Rp350,35 miliar
Penggantian Jembatan: 13 unit jembatan selesai dengan realisasi Rp69,6 persen.
Bagi Dedi Mulyadi, infrastruktur bukan hanya soal jalan mulus tapi juga soal akses ekonomi, kesehatan dan pendidikan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Program jalan leucir tersebut dianggap menjadi dampak paling nyata, di antaranya akses layanan bisa menjadi lebih cepat, distribusi logistik lebih lancarm UMKM lebih mudah kirim barang dan akses ibu hamil dan anak ke fasilitas kesehatan lebih aman.