Kontrakan Jatuh Tempo, Mahasiswa Supiori di Manokwari Desak Pemda Bangun Asrama Permanen
Roifah Dzatu Azmah April 19, 2026 03:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ikatan Mahasiswa Supiori di Manokwari menyoroti lambannya respons Pemerintah Kabupaten Supiori terkait pembayaran kontrakan mahasiswa yang hingga kini belum terealisasi, meski telah jatuh tempo sejak Maret 2026.

Keluhan tersebut disampaikan mahasiswa kepada Ketua Ikatan Mahasiswa Supiori di Manokwari yang baru terpilih, Agnes Sauyas melalui musyawara.

Dalam aspirasi yang dihimpun, mayoritas mahasiswa berharap adanya solusi jangka panjang berupa pembangunan asrama permanen milik pemerintah daerah.

Baca juga: Agnes Sauyas Resmi Terpilih Jabat Ketua, Fokus Tingkatkan Kualitas Mahasiswa Supiori di Manokwari

Para mahasiswa mengungkapkan bahwa kontrakan yang saat ini mereka tempati belum dibayarkan oleh pemerintah daerah, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keberlanjutan tempat tinggal mereka.

Ketua Ikatan Mahasiswa Supiori di Manokwari, Agnes Sauyas, mengatakan bahwa kebutuhan akan tempat tinggal permanen menjadi aspirasi utama mahasiswa Supiori di Manokwari.

“Saya akan berupaya memperjuangkan keluhan mahasiswa ini kepada pemerintah daerah," ujar Agnes saat diwawancari media di Manokwari, Sabtu (18/4/2026).

Dalam waktu dekat, ia akan berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Supiori, didampingi pembina maupun senior Ikatan Mahasiswa Supiori di Manokwari.

Agnes menjelaskan, rencana pembangunan asrama akan diupayakan di lokasi strategis yang dapat menjangkau seluruh kampus di Manokwari, tidak hanya di sekitar Universitas Papua (Unipa), tetapi juga perguruan tinggi lainnya.

“Walaupun saat ini sebagian besar mahasiswa berasal dari Unipa, kami tetap mendorong agar lokasi asrama nantinya bisa menjangkau semua mahasiswa Supiori yang tersebar di berbagai kampus di Manokwari,” tambahnya.

Baca juga: Ketua Pemuda Adat Doberai: Otsus Harus Berpihak pada OAP, Bukan Sekadar Anggaran

Agnes juga mengakui bahwa keterbatasan daya tampung kontrakan saat ini membuat banyak mahasiswa terpaksa tinggal di berbagai tempat, seperti kos-kosan, asrama lain, hingga menumpang di rumah keluarga.

Sementara itu, Senior Organisasi Ikatan Mahasiswa Supiori, Aristoteles, menegaskan bahwa persoalan tempat tinggal mahasiswa ini bukan hal baru dan sudah berlangsung lama tanpa solusi konkret dari pemerintah daerah.

“Sudah hampir 20 tahun lebih mahasiswa Supiori yang datang ke Manokwari belum memiliki tempat tinggal tetap," katanya.

Ia menambahakan, hal Ini menjadi catatan penting dan harapan besar kami kepada Pemerintah Kabupaten Supiori agar segera merealisasikan janji pembangunan asrama.

Menurutnya, usulan pembangunan asrama telah berulang kali disampaikan sejak berdirinya Ikatan Mahasiswa Supiori di Manokwari. 

Namun hingga kini, belum ada realisasi yang jelas.

“Pemerintah daerah sebelumnya sudah menjanjikan pembangunan asrama dalam pertemuan tahun lalu. Kami berharap janji tersebut segera diwujudkan,” tegasnya.

Baca juga: Sensasi Berfoto dengan Hiu Paus di Laut Kota Fakfak Papua Barat, Cukup Bayar Rp100.000

Ia juga menyoroti kondisi hunian mahasiswa yang dinilai sudah tidak layak.

Saat ini, satu unit kontrakan hanya memiliki sekitar 10 kamar namun dihuni hampir 50 mahasiswa.

“Dalam satu kamar berukuran sekitar 2x3 meter bisa ditempati 4 sampai 5 orang. Bahkan ada kondisi yang cukup memprihatinkan, di mana mahasiswa putra dan putri yang masih memiliki hubungan keluarga terpaksa berada dalam satu kamar karena keterbatasan ruang,” ungkapnya.

Selain itu, masa kontrak hunian tersebut telah berakhir sejak Maret 2026 dan hingga kini belum ada kejelasan terkait perpanjangan maupun pembayaran dari pemerintah daerah.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, baik dengan menyelesaikan pembayaran kontrakan maupun merealisasikan pembangunan asrama permanen sebagai solusi jangka panjang bagi mahasiswa Supiori di Manokwari. (TribunPapuaBarat.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.