RSUD Aceh Besar Lumpuh, Dokter Mogok Akibat Krisis Obat dan Tunggakan
Muliadi Gani April 21, 2026 04:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH BESAR - Pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Besar mengalami gangguan serius setelah dokter spesialis dan tenaga medis melakukan aksi mogok massal pada Senin (20/4/2026).

Dampaknya, layanan rawat jalan lumpuh total dengan sedikitnya 13 poliklinik ditutup, sehingga ratusan pasien tidak dapat memperoleh pelayanan dan terpaksa pulang tanpa berobat.

Aksi mogok tersebut dipicu oleh berbagai persoalan internal yang dinilai sudah berlangsung lama tanpa penyelesaian.

Salah satu masalah utama adalah kosongnya persediaan obat-obatan yang telah terjadi selama kurang lebih lima bulan terakhir.

Kondisi ini membuat tenaga medis kesulitan menjalankan tugasnya secara optimal karena keterbatasan fasilitas penunjang pelayanan kesehatan.

“Ini bukan persoalan baru, sudah cukup lama terjadi tanpa solusi yang jelas,” ujar salah satu perwakilan dokter spesialis, dr. Irfan, Sp.P. saat melansir konfirmasi Serambinews.com.

Ia menegaskan bahwa ketiadaan solusi konkret dari pihak terkait semakin memperburuk situasi di rumah sakit tersebut.

Selain krisis obat, tenaga medis juga menyoroti belum dibayarkannya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sejak Januari 2025 serta jasa medis yang tertunggak sejak November 2025.

Para tenaga medis menduga, persoalan ini berkaitan dengan belum optimalnya penerapan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah ditetapkan sejak 2024.

Baca juga: Dokter Spesialis RSUD SIM Nagan Raya Gelar Mogok Terbatas, Tolak Aturan Sepihak

Baca juga: Polrestabes Medan Tangkap Kurir Narkoba Jaringan Malaysia, Sita 1.500 Paket Vape dan 2 Kg Sabu

Implementasi yang belum berjalan efektif dinilai berdampak pada sistem administrasi, pengelolaan keuangan, hingga kualitas pelayanan kepada pasien.

Meski layanan rawat jalan dihentikan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi seperti biasa. Hal ini dilakukan karena layanan IGD bersifat vital dan menyangkut keselamatan jiwa pasien, sehingga tidak memungkinkan untuk dihentikan meskipun terjadi aksi mogok.

Dalam tuntutannya, para tenaga medis menyatakan akan terus menghentikan layanan rawat jalan hingga waktu yang belum ditentukan.

Mereka menuntut kejelasan terkait ketersediaan obat-obatan, pembayaran TPP dan jasa medis, serta percepatan implementasi sistem BLUD secara optimal.

Selain itu, tenaga medis juga meminta adanya audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan DPRK setempat guna mencari solusi konkret atas persoalan yang telah berlarut-larut.

Mereka berharap langkah ini dapat segera menghasilkan kebijakan yang mampu mengembalikan normalnya pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Direktur RSUD Aceh Besar, dr Bunaiya Putra, membenarkan adanya aksi mogok tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pihak manajemen saat ini tengah melakukan pembahasan bersama tenaga medis untuk mencari jalan keluar terbaik agar pelayanan dapat segera kembali normal,” ujarnya.

(Serambinews.com/Indra Wijaya)

Baca juga: Dokter Spesialis di RSUD Aceh Singkil Mogok Kerja, Polikinik Sudah 3 Hari Tutup

Baca juga: Nakes dan Pegawai RSUDZA Demo Tuntut Transparansi dan Keadilan Pembagian Jasa Medis

Baca juga: Wakil Bupati Muchsin Hasan Sidak ke RSUD Datu Beru, Ini Pengharapannya kepada Tenaga Medis

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.