BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Permasalahan sampah di Banjarmasin masih jadi persoalan kota yang tak kunjung selesai, pemilahan sampah terus digencarkan.
Bank Sampah Induk Banjarmasin yang memiliki unit layanan di tingkat masyarakat, turut mengedukasi warga agar terlebih dahulu memilah sampah sebelum dibuang.
Direktur Bank Sampah Induk Banjarmasin, Faturrahman menjelaskan terdapat sekitar 36 jenis sampah yang memiliki nilai ekonomi dan dapat disetorkan.
"Kardus Rp1.700 per kilogram, kertas HVS Rp1.500 per kilogram, botol air mineral Rp2.000 per kilogram," jelasnya di sela acara Fun Walk IKA Unair Kalsel, Minggu (19/4/2026).
Logam, besi tua, hingga onderdil kendaraan tak terpakai bisa disetorkan ke Bank Sampah Induk, di antaranya aki sepeda motor dihargai Rp50.000 dan aki mobil Rp150.000.
Warga yang menyetorkan sampah akan mendapatkan catatan di buku tabungan. Saldo tersebut dapat dicairkan kapan saja dalam bentuk uang tunai.
Faturrahman menekankan pentingnya pemilahan sampah langsung dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Jika pemilahan dilakukan sejak dari rumah, penumpukan sampah di TPS dapat diminimalisir secara signifikan.
Baca juga: Membludak, Ribuan Jemaah Hadiri Haul Habib Abdurahman Alaydrus di Tanjung Mangkok Kotabaru
Pihaknya berupaya edukasi dan jangkauan Bank Sampah Induk terus diperluas, saat ini terpusat di wilayah Banjarmasin Utara, melibatkan agen-agen 3R sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menyerukan peran aktif masyarakat dan perusahaan diperlukan dalam penanganan sampah, tidak hanya tanggung jawab pemerintah.
Tezar memaparkan akan ada tujuh regulasi penanganan sampah di hulu, di antaranya skala RW, pengelolaan sampah sektor ritel modern, pengawasan sampah perkawasan dan lainnya.
"Semoga dalam 1-2 pekan ke depan regulasi bisa dijalankan agar semua lapisan masyarakat terlibat dalam pemilahan sampah," urainya.
Langkah konkretnya setiap rumah bakal diwajibkan ada komposter, warga harus membuang sampah di drum-drum drop point yang akan disiapkan.
Tak hanya warga, perusahaan, kawasan industri, perhotelan, perbankan, SPPG, sekolah, Faskes, ritel modern, dan lainnya harus mengelola sampah secara mandiri.
Pengelolaan sampah tersebut, nantinya akan ditegaskan melalui Perwali, semua sekolah dan semua kelurahan harus ada bank sampah.
Dan semua sampah anorganik itu harus disalurkan ke bank sampah-bank sampah yang ada di Kota Banjarmasin.
"Kami menyiapkan buku pengelolaan sampah, yang mana nanti kami ada yang berupa buku saku, ada juga yang berupa buku elektronik, sehingga bisa dipelajari bersama-sama oleh masyarakat," jelasnya.
DLH juga akan membentuk trainer 3R sebanyak 26 orang, yang mana trainer 3R ini akan melatih atau melakukan pembinaan ke agen-agen 3R sebanyak 1.582 agen, yang bertujuan membina ke masyarakat di setiap RT. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)