Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Di usia yang masih sangat muda, dua pianis cilik asal Bengkulu berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional.
Melalui ketekunan dalam berlatih serta dukungan penuh dari keluarga dan pelatih, keduanya sukses meraih juara dalam ajang musik bergengsi di luar negeri.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, dua anak berbakat tersebut adalah Maurice Milan Joanes (9) dan Resvan Troy Hezekiah (9).
Keduanya menunjukkan kemampuan luar biasa di bidang musik klasik, khususnya piano.
Milan Sabet Juara di Dua Ajang Internasional
Maurice Milan Joanes mencatatkan prestasi dengan meraih Juara 1 pada International Music and Performing Arts Festival di Bali serta Juara 2 pada Hong Kong International Performance Arts Festival.
Milan mengungkapkan, ketertarikannya terhadap piano berawal dari kebiasaan sang ibu yang gemar bermain musik di rumah.
“Awalnya karena mama suka main piano, saya jadi ikut mencoba. Dari situ mulai belajar dan sampai sekarang terus latihan,” ujar Milan.
Meski masih berusia 9 tahun, Milan mengaku menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi latihan, karena keinginannya untuk bermain seperti anak-anak seusianya.
“Kadang lebih ingin main daripada latihan, tapi tetap berusaha latihan satu jam setiap hari,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun terkadang merasa lelah, bermain piano tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan baginya.
Bahkan, ia memiliki cita-cita besar untuk menjadi pianis profesional.
“Cita-cita saya ingin jadi pianis,” ungkapnya.
Resvan Juara di Malaysia
Sementara itu, Resvan Troy Hezekiah juga berhasil mengharumkan nama Bengkulu dengan meraih Juara 1 pada Champs Universal Music Competition di Penang, Malaysia.
Resvan mengaku awalnya hanya mencoba-coba belajar musik klasik. Namun, seiring waktu, ia mulai menikmati dan mencintai dunia tersebut.
“Awalnya cuma coba-coba, tapi setelah belajar jadi suka dengan musik klasik,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa tantangan terbesar saat awal belajar adalah memahami notasi musik yang cukup kompleks.
“Tantangan awal itu di not-notnya,” katanya.
Untuk menghadapi ajang internasional, Resvan menjalani persiapan intensif, mulai dari latihan rutin bersama guru hingga mengikuti master class sebelum lomba.
“Biasanya latihan sama guru, lalu ikut master class sebelum lomba,” jelasnya.
Dalam menghadapi rasa gugup saat tampil, Resvan memiliki cara sederhana namun efektif.
“Tarik napas dan fokus,” ujarnya.
Peran Penting Dukungan Keluarga dan Pelatih
Kedua pianis cilik ini sepakat bahwa dukungan keluarga dan pelatih memiliki peran besar dalam perjalanan mereka meraih prestasi.
Pelatih musik klasik, Bima Ambara, menjelaskan bahwa musik klasik memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, baik dari sisi keterampilan maupun fungsi otak.
“Musik klasik sangat bagus untuk anak, mulai dari melatih motorik, fungsi audio, fokus, disiplin, hingga korelasinya. Itu melatih hampir seluruh bagian otak,” jelas Bima.
Menurutnya, metode pengajaran yang tepat menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi anak.
“Kita harus menyesuaikan metode dengan karakter anak. Dengan latihan dan kurikulum yang benar, mereka bisa lebih efisien dan produktif,” ujarnya.
Dari Latihan Rutin ke Panggung Dunia
Bima menambahkan, keberhasilan anak-anak mengikuti kompetisi internasional tidak lepas dari proses panjang yang dimulai dari latihan rutin hingga mengikuti berbagai ajang.
“Dari latihan yang konsisten, lalu ikut lomba nasional, hingga akhirnya berani ke tingkat internasional,” katanya.
Prestasi yang diraih Milan dan Resvan menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi dapat membawa anak-anak meraih prestasi hingga tingkat dunia.
Kisah mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Bengkulu untuk terus mengembangkan bakat dan berani bermimpi besar.