SERAMBINEWS.COM, MALANG – Kepergian Imam Muslimin alias Yai Mim pada Senin, 13 April 2026 meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama sang istri, Rosyida Vignesvari.
Di tengah suasana kehilangan, Rosyida mengungkapkan sejumlah pesan terakhir suaminya yang hingga kini masih membekas di hatinya.
Rosyida mengenang pertemuan terakhirnya dengan almarhum yang terjadi pada Kamis, 9 April 2026, hanya beberapa hari sebelum Yai Mim meninggal dunia. Momen tersebut menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi dirinya.
Dalam pertemuan itu, Yai Mim sempat mengungkapkan harapan sederhana tentang masa depan mereka.
Ia membayangkan bisa hidup panjang bersama sang istri, menua bersama, hingga berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
“Beliau bilang kalau kami akan panjang umur, menua bersama. Kami juga ingin berangkat haji bersama dan bertemu dengan gurunya di sana. Itu yang selalu beliau sampaikan setiap saya menjenguk di tahanan,” ujar Rosyida.
Namun takdir berkata lain. Harapan tersebut tidak sempat terwujud.
Meski demikian, Rosyida mengaku telah berusaha ikhlas menerima kepergian suaminya.
Ia meyakini bahwa kini Yai Mim telah terbebas dari beban yang selama ini dirasakannya selama menjalani masa penahanan kurang lebih tiga bulan terakhir.
“Saya masih tidak menyangka beliau pergi begitu cepat. Waktu kebersamaan kami terasa sangat singkat. Tapi saya percaya beliau sudah tenang di sisi-Nya,” katanya dengan nada haru.
Baca juga: Eks Dosen UIN Malang, Yai Mim Resmi Ditahan Terkait Kasus Asusila dan Pornografi
Pesan Terakhir: Beramal dan Bersyukur
Selain harapan tentang masa depan, Yai Mim juga menitipkan sejumlah pesan penting kepada istrinya.
Ia meminta Rosyida untuk terus memperbanyak amal ibadah, berdzikir, serta rutin berziarah ke makam anak-anak mereka yang telah lebih dulu meninggal dunia.
Tak hanya itu, Yai Mim juga berpesan agar sang istri senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan dan tidak lupa berbagi kepada sesama.
“Abi selalu mengingatkan saya untuk bersyukur dan tetap peduli terhadap orang lain,” ungkap Rosyida.
Hal lain yang membuat Rosyida semakin terpukul adalah kebetulan yang terjadi menjelang wafatnya sang suami.
Beberapa hari sebelumnya, ia sempat berziarah ke makam orang tua Yai Mim di Blitar.
Tak lama setelah itu, Yai Mim justru dimakamkan tidak jauh dari lokasi tersebut.
“Ini yang sampai sekarang masih sulit saya percaya,” ujarnya.
Baca juga: Yai Mim Jadi Tersangka Kasus Pornografi, Dua HP Disita Polisi
Kronologi Meninggal Dunia
Di sisi lain, pihak kepolisian mengungkap kronologi meninggalnya Yai Mim.
Saat itu, ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai pelapor dalam kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkannya sejak 8 Januari 2026.
Kasus tersebut melibatkan seorang tetangga berinisial F yang tinggal di wilayah Kelurahan Merjosari, Kota Malang.
Menurut keterangan Kepala Satuan Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rakhmad Aji Prabowo, pada hari kejadian Yai Mim dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit.
Namun, saat berjalan dari ruang tahanan menuju ruang pemeriksaan, tiba-tiba ia berhenti, kemudian terjatuh terlentang.
Saat itu, ia sempat mengeluarkan air liur dan mengalami kejang ringan.
Petugas segera memberikan pertolongan awal dan menghubungi tim dokter.
Setelah pemeriksaan singkat, Yai Mim kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Sayangnya, dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.
Setibanya di RSSA, ia dinyatakan telah meninggal dunia.
Berdasarkan hasil visum et repertum, penyebab kematian diduga akibat asfiksia, yaitu kondisi kekurangan oksigen.
Latar Belakang Kasus Hukum
Sebelum meninggal dunia, Yai Mim diketahui tengah menjalani proses hukum sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual dan pornografi.
Status tersebut ditetapkan pada 19 Januari 2026 berdasarkan laporan seorang warga bernama Nurul Sahara yang diajukan pada September 2025.
Dalam perkara tersebut, ia dijerat dengan sejumlah pasal, di antaranya Pasal 281 KUHP, Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), serta Undang-Undang Pornografi.
Tak hanya itu, konflik hukum antara kedua pihak juga berkembang menjadi saling lapor.
Yai Mim sempat melaporkan balik Nurul Sahara atas dugaan pencemaran nama baik dan persekusi terkait unggahan di media sosial.
Selain itu, ia juga melaporkan sejumlah warga atas dugaan persekusi dan penistaan agama.
Hingga saat ini, sejumlah perkara yang berkaitan dengan kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Sosok di Mata Keluarga
Bagi Rosyida, Yai Mim bukan hanya seorang suami, tetapi juga sosok yang bertanggung jawab, humoris, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Kenangan tersebut menjadi hal yang terus ia pegang di tengah kehilangan yang mendalam.
“Beliau orang yang sangat bertanggung jawab, suka bercanda, dan peduli terhadap orang lain,” tutupnya.
Baca juga: Final Turnamen Voli Kapolres Lhokseumawe Cup II: Harimau Kupas vs Aneuk Agam Malam Ini
Baca juga: VIDEO - Iran Tembaki 2 Kapal Super Tanker Sekutu AS, Blokade AS Bikin Khamenei Meradang
Sudah tayang di Kompas.com