Kasus Pembunuhan di Tangerang Terungkap: Dendam Pribadi Jadi Motif Anak Tiri Habisi Ibu Tiri
Ahmad Tajudin April 19, 2026 03:07 PM

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Polres Tangerang mengungkap kasus dugaan pembunuhan seorang perempuan bernama Widyastuti di jalan Al Mumin, Babakan, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pelaku diketahui berinisial N yang diketahui merupakan anak tiri korban.

Polisi mengungkap bahwa kasus dugaan pembunuhan tersebut dipicu dendam pribadi pelaku terhadap korban yang merupakan ibu tirinya.

Di mana pelaku diduga memiliki hubungan tidak harmonis dengan korban.

Pelaku kini telah diamankan petugas, setelah sebelumnya dilaporkan kabur alias melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, motif sementara mengarah pada konflik pribadi yang telah berlangsung sebelumnya.

“Untuk motif sendiri, bahwa memang tersangka memiliki dendam pribadi terhadap ibu tirinya,” ujar Wira, Serpong, Tangsel, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Tangerang Terungkap, Pelaku Anak Tiri Ditangkap Polisi Usai Kabur

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban tengah beraktivitas di dalam rumah, tepatnya ketika sedang memotong sayur.

Pada saat itu, pelaku datang dan sempat meminta untuk meminjam telepon genggam milik korban.

Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi korban, yang kemudian diduga memicu emosi pelaku hingga berujung pada tindakan kekerasan.


“Pada saat itu korban sedang memotong sayur, kemudian tersangka datang untuk meminjam HP, namun tidak diberikan oleh korban,” kata Wira.

Ia menyebut, pelaku kemudian melakukan aksi pembunuhan dengan menggunakan alat berupa palu dan pisau yang ada di lokasi.

“Akhirnya pelaku melakukan dugaan tindak pidana tersebut dengan menggunakan palu dan pisau,” ujarnya.

Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap polisi di wilayah Periuk, Kota Tangerang, dalam waktu kurang dari 24 jam.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres Tangerang Selatan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut, sementara polisi masih mendalami secara rinci latar belakang konflik yang terjadi.

“Saat ini tersangka sudah kami amankan di Polres Tangsel untuk penyidikan lebih lanjut,” tutup Wira. 

Sebelumnya, Ketua RT 001/06 Satiri  mengatakan mengatakan korban pertama kali ditemukan suaminya sepulang kerja. 

“Yang menemukan bukan warga, tapi suaminya langsung,” ujar Satiri.

Menurutnya, kejadian itu diketahui sekitar sore hari saat sang suami tiba di rumah kontrakan. 

“Mungkin sekitar jam setengah enam. Dia pulang kerja, masuk ke rumah, dan kaget karena istrinya sudah dalam keadaan seperti itu,” ucapnya.

Satiri menjelaskan, awalnya suami korban tidak langsung curiga. Seperti biasa, ia sempat bersantai sebelum masuk ke dalam rumah. 

“Biasanya ada kopi, ini kok nggak ada. Pas masuk, dia kaget, korban sudah berlumuran darah,” ucapnya.

Melihat kondisi tersebut, suami korban langsung meminta pertolongan. Laporan kemudian diteruskan ke pemilik kontrakan hingga akhirnya sampai ke Ketua RT.

"Dari yang punya kontrakan, laporan ke saya. Saya langsung ke lokasi,” kata Satiri.

Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), Satiri mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan luka di bagian kepala. 

“Lukanya di sekitar kepala. Dari pintu masuk juga langsung kelihatan,” ujarnya.

Ia segera mengambil langkah untuk mengamankan lokasi dan meminta warga tidak mendekat. 

“Saya minta warga jangan terlalu dekat, karena TKP harus steril,” katanya.

Laporan kemudian diteruskan ke pihak berwenang, termasuk aparat keamanan setempat. Polisi disebut datang tidak lama setelah laporan diterima. 

“Sekitar habis Maghrib, polisi sudah datang. Kita buat garis polisi dulu, baru olah TKP,” jelasnya.

Proses olah TKP berlangsung hingga malam hari dengan melibatkan tim kepolisian dan forensik. 

“Sampai sekitar jam sembilan malam baru selesai,” ujar Satiri.

Terkait dugaan pelaku, Satiri menyebut informasi yang beredar mengarah pada anak tiri korban, meski masih dalam penyelidikan. 

“Itu baru isu, tapi memang mengarah ke sana. Untuk pastinya masih misteri,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, hubungan antara korban dan anak tirinya diduga tidak harmonis. 

“Katanya kurang komunikasi, namanya juga bukan anak kandung. Tapi selama ini nggak ada laporan ke saya,” tutup Satiri.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.