TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Jawa Tengah bakal memiliki peternakan sapi perah terbesar di Indonesia.
Peternakan sapi ini akan dibangun di Kabupaten Brebes mulai tahun ini dan diharapkan beroperasi mulai 2027.
Rencana pembangunan peternakan sapi terbesar di Indonesia ini diungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda, saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis (16/4/2026).
Agung mengatakan, proyek ini akan dikembangkan PT Global Dairy Bersama (GDB) dengan kapasitas 30 ribu ekor sapi perah.
Peternakan sapi perah ini akan dikelola secara terpadu (mega farm).
Baca juga: Profesi Pemandu Gunung di Jateng Banyak Diminati, 300 Orang Ingin Ikut Pelatihan
Menurut Agung, kehadiran peternakan sapi perah ini tak hanya memenuhi kebutuhan susu tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah.
"Kalau ini terbangun, ini akan jadi yang terbesar di Indonesia," kata Agung, dikutip dari Kompas.com, Minggu (19/4/2026).
Peternakan sapi perah ini direncanakan memproduksi 180.000 ton susu per tahun.
Angka ini, kata Agung, menyumbang 18 persen dari total produksi susu nasional.
Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mencapai sekitar 1 juta ton per tahun.
Padahal, kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton atau sekitar 80 persen kebutuhan masih dipenuhi dari impor.
"Dengan tambahan produksi dari Brebes ini akan sangat signifikan menekan ketergantungan impor," imbuhnya.
Kehadiran mega proyek ini juga akan mendongkrak posisi Jawa Tengah sebagai tiga besar produsen susu nasional.
Saat ini, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga penghasil susu, di bawah Jawa Timur dan Jawa Barat.
"Kalau ini berjalan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur," ungkapnya.
Pemerintah pusat sendiri telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan bibit sapi impor dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, hingga Brasil, hingga penguatan sistem kesehatan hewan untuk mencegah penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD (Lumpy Skin Disease).
Sementara, Perwakilan PT Global Dairy Bersama (GDB) Ihsan Mulia Putri mengatakan, peternakan sapi perah di Brebes ini akan dikelola secara terpadu, berbasis teknologi modern dan berkelanjutan.
Peternakan sapi ini akan didirikan di atas lahan seluas 710 hektare.
"Ini bukan sekadar peternakan, tapi ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir," tutur Ihsan.
Proyek ini akan mengusung konsep close loop system yang menghubungkan seluruh proses.
Limbah ternak akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi.
Sementara, residunya dimanfaatkan sebagai pupuk untuk lahan pakan ternak.
Air juga akan dikelola lewat sistem daur ulang.
Di dalamnya juga ada fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kawasan perkebunan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan.
"Dengan skala ini, kontribusi terhadap produksi susu nasional bisa mencapai 18 persen. Bahkan untuk Jawa Tengah, produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat," ungkapnya.
Baca juga: Ikuti Jejak Jawa Barat, Pemprov Jateng Mulai Kaji Sistem Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik
Proyek ini juga akan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan seluas 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi.
Ihsan mengatakan, persiapan lahan pembangunan peternakan ini akan dimulai Juni 2026.
PT GDB menargetkan pembangunan selesai dan mulai operasional pada akhir 2027, dengan first milking direncanakan pada Desember tahun tersebut.
Rencana pembangunan peternakan sapi perah di Brebes ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Luthfi mengatakan, proyek ini akan mendukung swasembada pangan, terutama sektor peternakan dan produksi susu.
"Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2026 fokus pada swasembada pangan. Maka, investasi seperti ini sangat strategis dan akan kami dukung penuh," ungkap Luthfi. (Kompas.com/Titis Anis Fauziyah)